politik

Mardani Ali Sera: Anak Muda Harus Bersikap, Politik Butuh Suara Mereka

Minggu, 19 Januari 2025 | 14:47 WIB

NAWACITAPOST.COM - Gema Keadilan Surabaya, bagian dari Gerakan Persaudaraan Pemuda Keadilan (GPK) PKS, menggelar acara dialog politik bertajuk Gelitik (Gema Kelas Politik) pada Sabtu malam (19/01/2025). Kegiatan ini berhasil menarik sekitar 200 peserta muda dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Acara ini menghadirkan pembicara utama yang kompeten, seperti Mardani Ali Sera, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI sekaligus anggota Komisi II DPR RI, Johari Mustawan, Ketua DPD PKS Kota Surabaya yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, serta Moch Redza Kesuma, Kepala Bidang Kepemudaan DPD PKS Kota Surabaya.

Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Johari Mustawan, dalam sambutannya menegaskan peran strategis pemuda dalam pembangunan kota melalui pemahaman politik yang baik.

“Sesuai dengan Raperda Kepemudaan No. 4 Tahun 2023, pemuda memiliki hak untuk diberdayakan, dipahami, dan dilayani. Dengan itu, mereka bisa menjadi kekuatan moral, kontrol sosial, sekaligus agen perubahan di Kota Surabaya,” ujar Johari yang akrab disapa Bang Jo.

Bang Jo juga mengusulkan pembentukan youth center di setiap kelurahan sebagai wadah pemberdayaan anak muda. Menurutnya, pemuda harus memiliki tempat yang nyata untuk berkontribusi, bukan hanya sekadar menyampaikan gagasan tanpa aksi.
“Pemuda memerlukan ruang yang mendukung peran mereka. Ini tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata,” tambahnya.

Selain dialog politik, acara ini menjadi momentum untuk meluncurkan program baru bernama Gema Pertiwi. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan muda dalam politik yang sehat dan positif.

“Kami ingin mendorong kaderisasi perempuan agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas,” ungkap Ketua Dewan Pembina Gema Keadilan Surabaya.

Mardani Ali Sera, salah satu pembicara, menekankan pentingnya anak muda untuk memahami politik. Ia mengingatkan bahwa lebih dari separuh pemilih Indonesia pada Pemilu 2029 akan berasal dari generasi muda.
“Anak muda tidak boleh apatis. Jika mereka buta politik, maka politik tidak akan berpihak kepada mereka,” tegas Mardani.

Ia juga mengingatkan bahwa sikap pasif hanya akan membuat anak muda menjadi sasaran politik uang, yang dapat menghambat kemajuan bangsa.
“Saya ingin anak muda bukan hanya memahami politik, tetapi juga bersuara lantang untuk membawa perubahan,” lanjutnya.

Acara ini menjadi bukti nyata keseriusan Gema Keadilan Surabaya dalam mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan dan politik. Harapannya, pemuda Surabaya tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam menciptakan perubahan positif menuju Indonesia yang lebih baik. ***

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB