politik

Sosok Militer Sepanjang Pilpres

Jumat, 28 April 2023 | 13:30 WIB
ki ke ka ; Presiden kedua Jenderal TNI (Purn) Soeharto dan Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) SBY (atas). Wapres RI ke-4 Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah, Wapres RI ke-5 Jenderal TNI (Purn) Sudharmono, dan Wapres RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST.com – Dari tujuh (7) Presiden Indonesia, hanya dua (dua) yang berlatar belakang sosok militer, yakni Jenderal TNI Purnawirawan (Soeharto dan SBY), sedangkan dari 12 Wapres, hanya tiga (3) orang yang dari sosok militer, yakni Jenderal TNI Purnawirawan (Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno).

Baca Juga : Moeldoko Salah Satu Sosok Kuat Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin


Vakum atau terhenti enam (6) tahun, dan dilanjutkan kembali selama sepuluh (10) tahun (2004 – 2014 saat pemerintahan SBY).

Di saat Jenderal TNI (Purn) Soeharto menjadi Presiden selama 30 tahun lebih, terlepas plus minusnya yang ada, Posisi militer mendapat terhormat di legislatif (DPR), eksekutif (Menteri) dan posisi lainnya.

Namun, saat Jenderal TNI (Purn) SBY menjadi Presiden dan berkuasa, konon kabarnya ada kecemburuan diantara ketiga matra, dan SBY lebih mementingkan yang disukai menempati pos-pos menteri, bukan berdasarkan skil (keahlian).

Konon kabarnya lagi, saat SBY tak lagi jabat Presiden pernah berkata, menyesal mengangkat Moeldoko sebagai panglima TNI. Padahal, Moeldoko diusulkan ke DPR.

Ada kabar lain juga, SBY pernah mendepak Jenderal Ryamizard Ryacudu yang telah diusulkan Presiden Megawati, kemudian setelah SBY menjadi Presiden nama tersebut tak menduduki posisis KSAD.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengharuskan sosok militer mendapat posisi terhormat dalam berbagai bidang, apalagi sebagai cawapres.  Karena, jika Prabowo tetap ngotot sebagai capres, maka itu sah-sah saja.

Namun, tidak salah juga kalau ada sosok militer yang menjadi cawapresnya Ganjar Pranowo di Poilpres 2024. Soal ini serba mungkin dan terjadi, karena dipolitik, apalagi dalam dunia pilpres. Situasi internasional dan dalam negeri yang terjadi saat-saat ini bisa menjadi penentu digodok, dipilih dan ditetapkan capres dan cawapres.

Jika melihat petanya, yang pernah bekerja bersama Jokowi sebagai Kepala Staf Presiden dan belum bergabung ke partai, yakni Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, tanpa mengesampingkan nama Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto yang kini menjabat menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, dan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa. Ketiganya ini adalah jenderal penuh alias bintang empat yang pernah menjabat panglima TNI dan mempunyai peluang yang sama untuk memimpin Indonesia diperhelatan Pilpres 2024.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB