politik

SBY, AHY dan Ibas Gagal Menaklukan Moeldoko

Kamis, 27 April 2023 | 14:01 WIB
Moeldoko (atas). ka ke ki ; SBY, Ibas dan AHY (bawah). Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOS.com – Saat ini sejumlah partai yang terdaftar di KPU termasuk partai yang kini berada di Senayan, sibuk dengan gawean daftar caleg, pilpres, dan pilkada di tahun 2024 nanti.

Baca Juga : Faigiziduhu Ndruru : Cawapres Berinisial Huruf M Mungkin Saja Terjadi


Ternyata itu tak berlaku bagi Partai Demokrat trio Cikeas (SBY, AHY, dan Ibas). Partai ini masih sibuk mengurus persoalan di internalnya, yakni Peninjauan Kembali (PK) oleh kubu KLB Deli Serdang.

Beranjak dari hal ini, sepertinya bisa dikatakan trio Cikeas telah gagal Menaklukan Moeldoko, kenapa?

Pasalnya, kejadian tahun 2021 saat KLB sorotan negatif kencang terarah ke KLB Moeldoko dengan sebutan Kepala Staf Presiden (KSP) begal Partai.

Namun pada situasi PK ini berbalik 180 derajat, netizen menyerang SBY AHY, dan Ibas secara konsisten satu bulan dengan menyebut mereka begal partai Demokrat dari 98 pendiri demokrat pada awal.

Bahkan menyebut SBY bukan pendiri Demokrat. Hal ini juga bisa dilihat dari elektabilitas Moeldoko yang menguat di Cawapres 2024 baik di Musyawarah Rakyat (Musra) maupun yang dilakukan lembaga survei.

-
Pemerhati Politik Nusantara Fagiziduhu Ndruru.

Ketika nawacitapost.com, bertemu dengan Faigiziduhu Ndruru seorang pemerhati politik Nusantara, disebuah café kawasan Jakarta Timur, Kamis (27/4/2023), menanggapi bahwa berbalik itu karena netizen sudah bebas gali informasi di berbagai medsos bahwa banyak hal yang diduga terjadi kecurangan diinternal Demokrat Cikeas.

Pendiri 98 partai Demokrat itu didepak, dan saat ini dikuasai oleh satu orang saja dengan segala kekuasaan tunggal di tangan SBY, tanpa mengindahkan proses demokrasi dalam pengambilan keputusan.

Dugaan setoran uang ratusan juta setiap kader diberbagai tingkatan juga jadi isu miring yang berhembus kencang karena ada bukti dan sumber ditengarai kader sendiri, ujarnya.

Bahkan, pada saat KLB dilaksanakan, publik belum sempat mempelajari alasan-alasan dari pendukung KLB karena begitu cepat prosesnya.

Berbeda dengan PK ini yang oleh publik dirasa cara yang patut dilakukan setiap warga negara untuk mencari keadilan dan kebenaran dan justru diharapkan kepada pihak AHY tidak berkoar -koar ke publik namun melayani proses hukum dengan cara koridor hukum juga.

Selain itu nyinyiran AHY kepada pemerintah pak Jokowi juga mengkosolidasikan publik pendukung Jokowi dan jajaran pemerintahnya menyerang pendukung demokrat AHY.

Karena Moeldoko sebagai orang kepercayaan Presiden Jokowi maka membela Moeldoko sama dengan membela Jokowi. Maka ulah demo dan pidato dari kubu Demokrat Cikeasi jadi musuh bersama pendukung Jokowi.

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB