politik

Elektabilitas Moeldoko Naik Terus Berpotensi Kandidat Wacapres Ganjar Pranowo atau Airlangga

Senin, 24 April 2023 | 06:41 WIB

 

NAWACITAPOST.COM - Nazar EL Mahfudzi selaku pengamat politik memperkirakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan menjadi kuda hitam lingkaran istana usai PDIP memutuskan Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, peta lingkaran istana lebih kompak, solid dan demokratis sehingga kandidat capres dan cawapres tak disangka sangka dalam ambil kebijakan untuk berkuasa lantaran Presiden Jokowi kader parpol PDIP.

Seperti diketahui Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) beranggotakan Golkar, PAN dan PPP. Oleh karena itu, perlu diamati pernyataan penting Airlangga yang memperkirakan akan mundur secara perlahan.

"Kalau dicermati, terdapat pernyataan Airlangga yang membantah prediksi sejumlah pengamat yang menyebut KIB bakal bubar, lalu salah satu partai anggotanya beralih mendukung Ganjar Pranowo," ujar Nazar dalam keterangan resminya.

Perihal tersebut, Nazar juga melansir ucapan Airlangga saat memberi pernyataan kepada pewarta berita beberapa waktu lalu di DPP Golkar, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Airlangga mengataka pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDIP merupakan hal biasa di suatu partai politik.

Airlangga pun memaparkan pertanyaan apakah langkah PDIP mengusung Ganjar Pranowo memengaruhi KIB.

Bahkan, Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) berpendapat, KIB memiliki potensi mendukung Airlangga sebagai kandidat presiden.

Sedangkan untuk posisi kandidat wakil presiden Nazar mengatakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko paling berpeluang mendampingi Airlangga.

Hal tersebut dikarenakan sejak beberapa pekan terakhir ini, elektabilitas Airlangga Hartarto-Moeldoko mencapai 40,2 persen. Sedangkan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar 19,7 persen.

Begitupun dengan Puan Maharani-Ganjar Pranowo 20,2 persen, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhono 11,3 persen dan tidak memilih sebanyak 8,6 persen.

"Jadi, Moeldoko lebih berpotensi menjadi kandidat wakil presiden mendampingi Airlangga Hartarto," ucapnya.

Nazar lebih lanjut mengatakan Moeldoko juga berpeluang besar mendampingi Ganjar di Pilpres 2024.
Meski masih dinamis tapi peluang Moeldoko sangat terbuka melihat fakta hasil Pilpres 2019.

Kemenangan Presiden Jokowi ketika itu salah satunya karena menggunakan strategi loyalis memobilisasi massa mengambang di luar parpol koalisi.

"Kemudian, hasil Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar sukarelawan Jokowi di sejumlah daerah juga menunjukkan ada empat nama yang berpeluang besar sebagai kandidat wakil presiden. Yakni, Moeldoko, Mahfud MD, Erick Tohir dan Sandiaga Uno," katanya.

Menurut Nazar, loyalis Jokowi mempunyai sikap menghimpun kekuatan suara rakyat di luar keputusan Parpol PDIP.

Musra akan kembali digelar di Istora Senayan, Minggu 14 Mei 2023 untuk menyikapi arah koalisi menuju pilpres.

"Menurut Saya, komando loyalis Jokowi terutama Projo (Pro Jokowi) aktif untuk mendapatkan kemenangan suara akar rumput, menjalin kekuatan berbagai organisasi masyarakat di bawah asuhan Moeldoko sebagai Dewan Pembina Projo," ucapnya.

Berbagai aliansi organisasi Moeldoko juga tidak pernah berhenti bergerak dan terus memacu semangat menggalang kekuatan suara rakyat.

"Moeldoko tegak lurus bersama Jokowi dalam menentukan sikap koalisi parpol untuk diusung menjadi cawapres," katanya.

Lebih lanjut, Nazar menyebut Golkar juga menyikapi peta politik terkini dengan mencoba menyandingkan nama-nama kandidat untuk didukung di Pilpres 2024.

Di antaranya Airlangga bakal dipasangkan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk penggabungan dua poros, yakni KIB dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi koalisi besar.

Nazar yakin Golkar dan Gerindra tetap sesuai keputusan musyawarah nasional masing-masing partai.

Oleh karena itu, Golkar mendukung Airlangga Hartarto dan Gerindra mendukung Prabowo Subianto sebagai kandidat presiden.

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB