politik

Hanya 3- 4 Partai Dapil Sumut 2 yang Bisa Membawa Putera – Puteri Nias Menghuni Senayan, Pileg 2024 : Harus Ada

Rabu, 19 April 2023 | 14:08 WIB
ki ke ka ; Sefianus Zai (Pengamat Politik Nias), Otoli Zebua (Host atau Pemandu acara Podcast Nawacita Politik TV), dan Faigiziduhu Ndruru (Pengamat Politik Nusantara). Foto tangkapan layar Nawacita Politik TV.

Jakarta, NAWACITAPOST.com – Katakanlah Pemilu serentak 2024 khususnya di Pileg DPR RI diikuti 38 Provinsi (ada penambahan 4 provinsi), otomatis itu sudah terwakili. Lalu, bila kita tarik pada 538 Kabupaten dan kota se - Indonesia, apakah itu bisa terwakili? Bisa ya, bisa juga tidak.

Baca Juga : 10 DPR RI Dapil II Sumut Terpilih, Janjinya Ditunggu Konstituen


Untuk menjawab hal tersebut, dalam Podcast Nawacita TV dalam diskusi bertajuk Putera – Puteri Nias Ingin Ada Wakil di DPR RI 2024, Maksimalkan 3 - 4 Partai, menghadirkan dua pembicara ; Faigiziduhu Ndruru atau FN (Pengamat Politik Nusantara), dan Sefianus Zai H.M.H, (Pengamat Politik Nias) yang dipandu Otoli Zebua, belum lama berselang.

Dalam data yang didapat Otoli dari berbagai sumber, bahwa Pileg tahun 2004 - 2009 orang Nias di DPR di Dapil Sumut dua (2) yang meliputi 15 kabupaten dan kota se - Sumut, termasuk 4 kabupaten dan 1 kota di Kepulauan Nias atau 30 persen, ada dua orang ; pertama Idealisman Dachi (Partai Pelopor) dan kedua Arisman Zagoto (PDS), 2009 - 2014 Yasonna Laoly (PDIP), 2014 – 2019 Suasana Dachi (Partai Gerindra), Pileg 2019 - 2024 tidak ada.

“Kalau kita tidak punya wakil di DPR RI dari Dapil Sumut dua (2)  yang ada di Kepulauan Nias. Jadi gini Pak. Pertama Anggota DPR RI itu adalah Dewan Perwakilan Rakyat, manakala Dia tidak punya perwakilan dari Sumatera Utara khususnya Kepulauan Nias, maka kepentingannya tidak terwakilkan di DPR RI itu bahasa sederhananya,” tutur Faigiziduhu Ndruru.

Alasan FN kenapa di pemilu 2019 -2024 tidak ada keterwakilan putera – puteri Nias? Karena daya tariknya Calegnya kurang, ditambah daya dukung dari pemerintah daerah yang mestinya bisa memberikan manfaat, dalam hal ini bukan berpihak, tapi untuk kepentingan kita bahwa kita punya kepentingan politik di Senayan, hal yang lainnya kurang pencerahan kepada masyarakat sehingga mereka lebih rentan kena serangan fajar daripada pemahaman tentang pentingnya orang Nias berada di Senayan.

Sementara Sefianus Zai menyampaikan, bahwa sebagai masyarakat, tentunya sangat banyak kerugian dengan tidak adanya anggota DPR dari Kepulauan Nias.

Lanjut Sefianus, hal itu penting, karena tupoksinya menjalankan hak sebagai anggota dewan (DPR RI), maka dia itu kan memaksimalkan ke Dapil yang tempatnya terpilih itu. Jadi tidak bisa dipungkiri kenapa dana aspirasinya yang diberikan oleh negara, maka akan dia bawa ke Dapilnya.

Sefianus mengusulkan, perlu kita betul-betul mendukung dan mempersiapkan calon yang tepat, sehingga kita bisa all out, karena ada sebuah keyakinan bahwa calon kita ini kalau terpilih mampu mengemban amanat, dan juga kita mampu secara sukarela untuk mendukungnya. Nah, itu kiranya menjadi sumber daya, untuk yang mewakili di DPR RI (Putera -Putri Nias dari Dapil  2 Sumut), untuk menyampaikan aspirasinya di Senayan.

Namun, terlepas dari itu, Sebenarnya putera -putera kepulauan Nias, harus bangga, karena ada seorang dari Kepulauan Nias bernama Marinus Gea yang sudah dua periode menjadi anggota DPR RI dua periode 2014 – 2019 dan 2019 -2024, walaupun dari Dapil Banten 2. Artinya, ada orang Nias yang mewakili aspirasi kepulauan Nias, walaupun dalam kunjungan aspirasinya tidak ke Kepulauan Nias.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB