Jakarta, NAWACITApost.com - Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 mengingatkan kembali dosa-dosa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tangan kotornya telah mengobrak-abrik partai politik (parpol) hingga dirinya menduduki berbagai posisi strategis.
Sekjen PPJNA 98 Abdul Salam Nur Ahmad mengungkapkan, bagaimana SBY waktu menggunting PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal ini juga dibenarkan oleh Gus Dur yang menyatakan SBY biang konflik partai besutannya.
SBY, kata Abdul Salam, juga turut andil dalam menyerbu DPP PDI Megawati Soekarnoputri dikenal peristiwa 27 Juli (Kudatuli) 1996. Dalam tragedi ini, Ketua Umum PDI hasil kongres Medan Soerjadi dan beberapa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyerbu dan menguasai Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58, Jakarta, yang dikuasai Ketua Umum PDI kongres Surabaya, yaitu Megawati. Walhasil, ratusan orang luka-luka dan lima orang meninggal dunia.
Tak berhenti di situ, SBY juga melakukan pengkhiatan terhadap Presiden Megawati saat dirinya menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam). Dosa SBY selanjutnya, ia diduga terlibat dalam aksi penggulingan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Karena itu, menurut Abdul Salam, apa yang terjadi hari ini adalah balasan, hukum alam, sekaligus pembelajaran demokrasi bagi sosok penghianat. Ia juga setuju, Moeldoko terus melawan pengkhianat tersebut.
"Lawan terus sosok penghianat seolah bermuka malaikat padahal kejam," kata Abdul Salam, beberapa waktu lalu.