politik

Anas Bebas, Perang Terbuka Pendapat dengan SBY Tak Bisa Dihindari

Selasa, 11 April 2023 | 11:21 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaingrum (atas). Trio Cikeas (bawah/Twitter Vidi Vini Vici @Juliocaesar_11). Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST.com –  Setelah berhenti jadi Presiden RI ke-6, SBY kini punya dua (2) jabatan keren di Demokrat, Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina. Anak pertamanya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ternyata tak mau kalah juga sama bapaknya,  setelah berhenti di TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor, punya dua (2) jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan Wakil Ketua Majelis Tinggi, dan anak keduanya, Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga  punya dua (2) jabatan, yakni Wakil Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua Fraksi.

Baca Juga : Anas Urbaningrum Memutihkan Kota Bandung, Membuat Mendung Wilayah Cikeas


Artinya, jika ada persoalan besar terhadap AHY dan Ibas, akan selesai dengan segera, karena yang memutuskan SBY yang juga ayah kandung AHY dan Ibas.

Terbukti, ketika diobok-obok mantan Sekjen Demokrat Marzuki Alie Cs, Demokrat Cikeas tetap kokoh, begitupun dengan bebasnya mantan bendahara partai Demokrat Muhammad Nazarudin dan  mantan Wasekjen Demokrat Angelina Sondakh, trio Cikeas tak bisa diusik.

Lalu, bagaimana dengan bebasnya Anas Urbaningrum (AU) dari Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Selasa 11 April 2023 pukul 14.00 WIB?

Pertanyaan serupa muncul, akankah trio Cikeas bisa menghadapinya. Pasalnya, AU adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat, yang tentu punya jurus dan senjata untuk menghadapi trio Cikeas khususnya SBY.

Seperti disampaikan Koordinator  Nasional Sahabat Anas Urbaningrum, mengutip Sindonews, Senin 10 April 2023,  Muhammad Rahmad setelah AU bebas dari penjara, SBY yang harus meminta maaf kepada Anas dan para pendiri Partai Demokrat. Rahmad menyampaikan itu menanggapi pernyataan Andi Arief yang meminta

Rahmad pun menyinggung Partai Demokrat saat dipimpin oleh Anas yang memperoleh elektabilitas 32%. Saat itu, katanya, Partai Demokrat menjadi partai yang sangat demokratis. "Pak SBY kemudian berusaha menggusur Mas Anas dengan berbagai cara dan upaya. Masih ingat pidato Pak SBY yang ditujukan khusus ke KPK dari Jeddah? Yaitu agar KPK segera menetapkan status Mas Anas. Jika salah katakan salah. Jika tidak salah, tolong dijelaskan kenapa tidak salah," kata Rahmad dalam keterangannya, Senin (10/4/2023).

Yang jelas, bebasnya Anas saja membuat kubu Demokrat Cikeas, selain makin terpuruk, kemungkinan buruk hanya menjadi penonton di Pemilu serentak, bukan sebagai pemain, dan lebih ekstrim lagi  bakal mengibarkan bendera putih, tanda menyerah.

Namun, kemungkinan yang terakhir tak akan dilakukan, karena perlawanan pendapat dan upaya lainnya akan dipertontonkan ke publik oleh Cikeas.

Yang terjadi nantinya perang terbuka saling bongkar membongkar akan menjadi konsumsi publik dan dipublikasikan ke media. Hal itu akan menandakan SBY akan  berduel pendapat dengan AU. Jadi siapa yang cerdas dan membangun bangsa akan kelihatan dalam duel pendapat tersebut.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB