politik

Saiful Huda Sebut Keluarga Cikeas Tak Tau Malu Kuasai Demokrat

Jumat, 7 April 2023 | 20:53 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Pimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Saiful Huda Ems mengatakan, yang disebut begal partai itu bukanlah Jenderal (Purn) Moeldoko yang justru bermaksud baik. Moeldoko ingin membantu para pendiri dan pengurus serta semua kader Partai Demokrat, dari satu keluarga Cikeas yang mengambil alih kepemimpinan partai dan menggantinya dengan seluruh anggota keluarganya.

"Pembegal partai itu bukanlah jenderal yang 'dilamar' oleh para pendiri dan pengurus Partai Demokrat, untuk kemudian dipilihnya menjadi Ketua Umum, serta diharapkannya dapat memperbaiki Partai Demokrat yang sudah sekarat, akibat dikuasai dan dikendalikan oleh seorang pelarian mayor yang dijadikan pemimpin karbitan oleh orang tuanya," jelas Saiful, di Jakarta, Jumat (7/4/2023).

Namun, lanjut Saiful, yang disebut begal partai adalah seseorang yang karena ketakutannya setelah menjabat sebagai presiden nantinya tidak lagi mempunyai kedudukan, pengaruh, dan kekayaan apa-apa. Sehingga, ia harus merebut Partai Demokrat, dan membuang 98 orang pendirinya serta mengganti hanya dengan namanya sendiri bersama satu orang pendiri lagi yang sudah meninggal.

"Hingga tanpa malu mempertontonkan diri sebagai politisi bodoh yang tak mengerti syarat-syarat pendirian partai politik yang tertuang dalam UU Partai Politik," kata Saiful.

Saiful melanjutkan, pembegal partai adalah orang yang memaksakan anaknya tapi masih hijau, bau kencur alias bocil dan baru belajar bicara. AHY, kata Saiful, bersama adiknya memimpin Partai Demokrat bahkan menarik uang setoran sebanyak-banyaknya dari para pengurus dan bakal caleg (caleg), yang akan diusung oleh partainya.

"Pembegal partai, adalah mereka: SBY. AHY dan Ibas adiknya, yang tanpa malu menguasai pucuk-pucuk pimpinan Partai Demokrat dan "menyihir" semua pesera Kongres Partai Demokrat 2020," kata Saiful.

SBY, kata Saiful, telah memaksa secara membabi buta, mengubah Partai Demokrat menjadi tak lagi demokratis dan terbuka. Partai Demokrat, kini menjadi partai keluarga yang bisa mengokohkan kekuasaan keluarga. "Yakni keluarga Cikeas pimpinan SBY dan para penghambanya," sambungnya.

Saiful juga mengomentari juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang memiliki kesamaan karakter dengan AHY. Ia disarankan untuk memperbanyak wawasan politik sebelum tampil di berbagai media.

"Sebab jika mereka berdua tidak melakukan hal itu terlebih dahulu, maka kami khawatir panggung politik Indonesia ke depan hanya akan diisi oleh politisi-politisi pemula yang baru mulai belajar bicara. Kalau sudah demikian yang merugi nantinya ya Rakyat Indonesia ini juga," tandas Saiful.

Sebelumnya, Herzaky menegaskan bahwa pihaknya tak gentar karena Demokrat didukung para purnawirawan jenderal yang merasa malu dengan manuver Moeldoko yang merupakan mantan Panglima TNI era SBY itu. Menurutnya, manuver Moeldoko tak patut untuk dicontoh karena tidak menunjukkan nilai-nilai sebagai seorang prajurit.

"Jenderal tapi begal partai. Tidak menunjukkan teladan dan nilai-nilai ksatria sebagai seorang prajurit," katanya.

Tags

Terkini