Surabaya NAWACITAPOST - Ratusan pengurus DPC, DPAC dan Ranting Partai Demokrat se kota Surabaya berbondong-bondong mendatangi Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu 5 April 2023.
Kedatangan rombongan bermaksut untuk menyampaikan surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan kepada ketua Mahkamah Agung melalui PN serta menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Kubu Moeldoko ke Mahkamah Agung.
Diketahui, kubu Moeldoko telah mengajukan PK pada 3 Maret 2023 dengan alasan memiliki bukti baru.
"Ini adalah menindaklanjuti instruksi ketua Umum (Agus Harimurti Yudhoyono, red) yang disampaikan dua hari yang lalu untuk mendapatkan perlindungan hukum dan keadilan bagi Partai Demokrat kepada Mahkamah Agung melalui PN Surabaya," ucap Junaedi Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya kepada media.
-
Ia menegaskan, secara resmi Partai Demokrat Surabaya Melawan dan menolak PK yang diajukan kubu Moeldoko.
"Ini juga dilakukan seluruh DPD dan DPC se-Indonesia," ungkapnya.
Junaedi mengaku DPC Partai Demokrat Surabaya, tetap solid di barisan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, dan tidak mengakui KLB (Kongres Luar Biasa, red) di Deli Serdang karena dianggap tidak memenuhi syarat, yaitu persetujuan dari Ketua Majelis tinggi partai serta tidak dihadiri seluruh DPD dan DPC se-Indonesia.
"Kita sudah menang 16 - 0, karena sudah melewati 16 proses peradilan dan kita menangkan," tegas Junaedi yang pernah duduk di DPRD kota Surabaya ini.
Terkait klaim kubu Moeldoko yang menyatakan punya 4 bukti baru (Novum, red), Junaedi menyatakan itu merupakan barang bukti lama dan terbukti sudah disidangkan.
Kepada Mahkamah Agung Junaedi berpesan, agar dapat melihat hal ini sesuai norma hukum yang berlaku.
"Secara legalitas, kepemimpinan AHY adalah Legal, hasil kongres yang Sah dan pengurusannya juga di-sahkan Menkumham," tandasnya.
-
Sementara itu, Indra Wahyudi ketua Bakomstra DPC Partai Demokrat Surabaya menambahkan, dirinya beserta para pengurus se-Indonesia terang-terangan melawan PK yang diajukan kubu Moeldoko.
"Kenapa, karena ibarat main bola, KLB Moeldoko sudah kalah 16 - 0 tetapi masih ngotot melawan," katanya.
Indra menduga, hal ini berhubungan dengan situasi politik yang diketahui Partai di barisan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sudah membentuk satu koalisi dan mengusung Anies Baswedan sebagai calon Presiden.
"Kami menduga ini adalah bentuk ketidak setujuan atau pemufakatan agar koalisi kami tidak solid," duganya.
"Sebagai kader Partai Demokrat, kami seluruh Pengurus DPC, DPAC dan Ranting Surabaya melawan dan membuat sebuah aksi damai untuk menunjukkan soliditas, harkat dan martabat Partai Demokrat Surabaya, dan tdak bisa di ganggu gugat oleh siapapun," tukas Indra Wahyudi. (BNW)