Jakarta, NAWACITAPOST.com – Ketika Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko hadir di Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara, Maret 2021. Selain diundang para senior Demokrat kubu KLB, Moeldoko juga mendapat info dari berbagai sumber tentu yang A1. Dokumen resmi partai dan hal lainnya sudah dipunyai. Jadi tidak tiba-tiba hadir di KLB itu.
Baca Juga : Kubu Moeldoko Menang di Pengadilan, KLB Demokrat Deli Serdang Sah Secara Hukum
Namun, saat kubu Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY ) yang juga anak dari Presiden RI ke-6 SBY, membawanya ke Kemenkumham cq Dirjen AHU. Kasasi kubu Moeldoko ditolak. Moeldoko dengan lapang dada dan legowo menerima segala perintah hukum yang disampaikan Kemenkumham.
Namun, hal itu tak membuat kubu Moeldoko tiarap atau diam. Yang dilakukan kini, kubu Moeldoko melakukan upaya hukum dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas penolakan kasasi gugatan pengurus Partai Demokrat hasil KLB tersebut.
Dalam chanel YouTube Kompas TV berjudul Menkumham Yasonna soal Kubu Moeldoko Ajukan PK Kepengurusan Partai Demokrat: Itu Hak! Yang tayang pada, Rabu (5/4/2023), Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly pun mempersilahkan langkah yang dilakukan kubu Moeldoko.
Menurut Yasonna, itu merupakan hak Moeldoko sebagai warga negara yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku.
"Ya itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku kita harus taat Hukum ini negara hukum. Kalau dia mengajukan ke pengadilan kan ada upaya hukum ada kalau dia TUN di PTUN , pengadilan tinggi kasasi. Kasasi ya PK, kan begitu. Itu aturan hukum, hak," ujar Yasonna, pada Selasa (4/4/2023).
Sebagai pihak tergugat, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum akan menyiapkan kontra memori.
"Saya tidak mau campur, kami tergugat kami jawab kalau ada. Ini kan soal normal saja itu, Iya nanti kita akan buat lah itu urusan Dirjen AHU," ujarnya.
Bila, PK kubu Moeldoko diterima, maka segala kemungkinan bisa terjadi. Salah satunya, AHY akan dipertanyakan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, dan bisa juga Moeldoko yang pimpin, atau ada KLB jilid 2 yang mana kubu Moeldoko daa AHY bertarung dalam arena KLB.