Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang Saiful Huda Ems mengatakan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang mempertontonkan kepanikan yang luar biasa. Hal itu terlihat dari bahasa tubuh AHY saat menyampaikan pidatonya terkait pengambilalihan Partai Demokrat oleh DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.
"Terlihat nyata rasa takut kehilangan segala-galanya sangat menghantui putra sulung SBY tersebut. Hal itu dapat disimak dari bahasa tubuh, ungkapan, dan pilihan narasi AHY yang berseliweran tak beraturan," kata Saiful, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa (4/4).
Lebih lucunya lagi, kata Saiful, ketika AHY menganggap Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang ke Mahkamah Agung (MA) sebagai upaya penjegalan terhadap pencalonan Anies Baswedan dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. Termasuk, AHY juga menganggap upaya hukum tersebut sebagai salah satu strategi untuk menggagalkan koalisi perubahan yang digagas Partai Demokrat bersama Nasdem, dan PKS.
Menurutnya, yang dilakukan pejuang partai Demokrat kubu Moeldoko adalah satu hal yang sangat wajar, yaitu PK. Karena, PK merupakan salah satu upaya hukum yang diatur oleh konstitusi Indonesia untuk mendapatkan kepastian hukum yang berkeadilan dan bermanfaat.
"Partai Demokrat hasil KLB tidak akan pernah membiarkan tirani Cikeas dengan semena-mena membegal partai Demokrat untuk mereka kuasai," tegasnya.
Sebelumnya, AHY menuding pengajukan PK ke MA oleh kubu Moeldoko terkait kepengurusan Partai Demokrat sebagai upaya untuk menggagalkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Tudingan tersebut berdasarkan waktu pengajuan PK oleh kubu Moeldoko pada 3 Maret 2023 lalu atau sehari seusai Partai Demokrat mendeklarasikan Anies sebagai capres.
"PK ini bukan tidak mungkin erat kaitannya dengan kepentingan politik pihak tertentu. Tujuannya jelas, menggagalkan pencapresan saudara Anies Baswedan," kata dia.