Jakarta, NAWACITApost.com - Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan, siapa saja berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. Karena itu, menurut Emrus, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga memiliki cukup peluang untuk maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024.
"Dalam tempo 2-3 bulan ke depan, saya kira masih terbuka juga peluang dia untuk menjadi calon presiden yang akan datang, maupun cawapres," kata Emrus, ketika dihubungi, di Jakarta, Rabu (2/3/2023).
Menurut Emrus, Moeldoko harus terus memupuk elektabilitasnya selama sisa waktu ke depan. Dia menyarankan beberapa hal agar elektabilitasnya meningkat, dan peluang terpilihnya semakin besar.
Pertama, Moeldoko harus aktif melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik pendukung dan pengusung. Dengan demikian, partai politik tersebut bisa segera mendeklarasikan dirinya. "Kedua, Moeldoko itu lebih cepat lebih baik, dan bila perlu mulai besok sudah menyatakan diri siap menjadi calon presiden," kata Emrus.
Setelah mendeklarasikan diri, lanjut Emrus, Moeldoko disarankan untuk menawarkan program dan gagasan yang out of the box. Program-program tersebut antara lain, misalnya Moeldoko berani menyatakan biaya kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, dokter dan tenaga kesehatan juga dibayar oleh negara dengan upah yang layak.
"Tidak perlu BPJS-BPJS lagi, kan. Langsung negara menanggung. Pokoknya masuk, berobat gratis," kata dia.
Program lainnya di sektor kesehatan misalnya, membuat ambulance helikopter. Kendaraan tersebut diharapkan nantinya dapat menjangkau seluruh rakyat Indonesia. "Baik di pegunungan, di pantai, di desa-desa terpencil dengan jumlah helikopter minimal 1, per kecamatan," kata Emrus.
Kemudian di bidang ekonomi, Moeldoko diharapkan berani menyatakan, negara dapat menjamin tidak ada lagi pengangguran. Program-program tersebut dapat dilaksanakan dengan terukur dan tepat waktu. "Bukan menurunkan pengangguran, tapi sama sekali tidak ada (pengangguran)," kata dia.