Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menyarankan agar Jenderal TNI (Purn) Moeldoko lebih banyak menunjukkan dirinya kepada publik apabila ingin maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024. Terlebih, selama ini ia banyak disibukkan dengan urusan pemerintah.
"Kalau saja Pak Moeldoko itu bisa menampilkan dirinya. Karena, Pak Moeldoko itu pemimpin autentik. Nah gaya itu yang sekarang ditunggu," kata Suko ketika dihubungi, di Jakarta, Selasa (28/2/2023).
Namun, lanjut Suko, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Jenderal TNI (Purn) Moeldoko itu kurang menonjolkan kelebihan dirinya kepada publik saat ini. Padahal, modal sosial dan politik Moeldoko cukup kuat. Mengingat, ia pernah berkecimpung di partai politik, dan duduk sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
"Terutama HKTI-nya, karena petani. Karena kalau saja apa yang sudah dilakukan ditampilkan, insya Allah dia bisa. Kans-nya ada," kata Suko.
Dengan menonjolkan perannya di HKTI, Moeldoko akan diingat publik sebagai tokoh petani yang merakyat. "Orisinalitas dengan gaya kerakyatan itu yang harus banyak ditampilkan," sambung Suko.
Suko melihat, sejauh ini Moeldoko hanya berjuang seperti layaknya perang bergerilya dengan cara sembunyi-sembunyi. Padahal, semestinya promosi secara masif juga perlu dilakukan, terutama di media sosial. Sehingga, hal itu akan menjawab kebingungan yang tengah dialami masyarakat.
"Jadi, publik itu sekarang mengalami kebingungan, siapa tokoh yang dipilih. Lha yang ditampilkan di media ya itu-itu saja. Coba kalau Pak Moeldoko orisinalitas tadi ditampilkan, dia sebagai sosok petani, dia akan menjadi meteor," kata Suko.
Dengan demikian, imbuh Suko, Moeldoko dapat menjadi figur alternatif di tengah kegalauan politik. Meski demikian, hal itu juga tetap harus didukung dengan komunikasi politik yang baik. "Strateginya Pak Moeldoko itu yang saya sebut rawuh (silaturahmi) diperbanyak," kata Suko.