Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Terhitung sejak Januari 2023 sampai pertengahan Februari 2023, relawan Moeldoko marak di mana-mana. Kabupaten atau kota, provinsi di wilayah Indonesia bermunculan relawan Moeldoko. Artinya belum genap dua bulan, relawan Moeldoko terus bertambah secara signifikan.
Baca Juga : Sambangi Rumah Sakit Tentara Kesdam VI Mulawarman, Moeldoko Berikan Bantuan Alkes Senilai 28 Milyar Rupiah
-
Menurut Pemerhati Politik Nusantara, Faigiziduhu Ndruru ketika ditemui nawacitapost.com di sebuah café kawasan Jakarta Timur, Selasa sore (14/2/2023), maka timbul pertanyaan ini pertanda apa? Bahkan, ketika Moeldoko ditanya media, apakah siap menjadi RI satu, dengan tegas dan lantang Moeldoko menjawab, siapa takut?
Jawaban Moeldoko yang tegas ini, menjadi modal bagi relawan bergerak, dan terus bertambah. Sehingga bertambahnya relawan karena, adanya ketegasan dari jawaban Moeldoko untuk siap menjadi Presiden, tandasnya.
Hal lainnya, terkait relawan Moeldoko bertambah banyak, membuat sejumlah Parpol melirik kepada mantan Panglima TNI ini, jelas Faigiziduhu Ndruru.
-
Sementara Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Otoli Zebua, ketika ditemui Nawacitapost, Selasa malam (14/2/2023) melalui sambungan telepon. “Siapapun boleh menjadi Presiden atau Wakil Presiden, tetapi kan persyaratannya harus melalui Partai Politik untuk diajukan.”
Khusus untuk Moeldoko, ia memang pantas, karena pengalamannya di militer dan saat ini menjabat Kepala Staf Presiden (KSP), maka sangat layak. Tetapi, persoalannya, Moeldoko bukan seorang Ketua Umum Parpol. Jadi yang paling tepat, Moeldoko dipasangkan dengan Airlangga Hartarto, entah sebagai Capres atau Cawapres. Karena Golkar, PAN, dan PPP telah membentuk poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), jika KIB ini solid, maka bisa mengajukan pasangan Capres dan Cawapres. Disitu kita bisa melihat, apakah KIB bersedia mencalonkan Moeldoko atau tidak. Atau parpol lainnya diluar KIB, untuk mencalonkan Ketua Umum HKTI ini, pungkasnya.