Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat Pilkada Jakarta 2017, Anies Baswedan diisukan hutang 50 miliar rupiah ke Sandiaga Uno. Hingga kini, utang sebesar itu katanya belum dibereskan Bakal Capres Partai NasDem.
Baca Juga : Baru Bakal Calon, Politisi Ini Sarankan Nasdem Cabut Deklarasi Anies Baswedan
Kemungkinan soal utang ini tidak akan dilunasi. Maklum mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang hanya menjabat 2 tahun (2014 -2016), karena dicopot presiden Jokowi, sudah tak lagi menjadi orang nomor satu Jakarta, dan diduga punya tabiat tak mau tahu soal utang.
Yang memberi pinjaman ke Anies, Sandiaga Uno sudah mengikhlaskan hutangnya untuk tidak dibayar. Aneh dan lucunya, ketika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tutup buku dari pembicaraan tagihan hutang ke Anies. Relawan Anies, mulai ngegas untuk segera melunasi. Bahkan sekelompok relawan yang digerakan pendukung Anies, seolah-olah mengumpulkan sumbangan untuk membayar hutang Anies ke Sandi.
Eks Komisaris Ancol yang juga pendukung utama Anies, Geisz Chalifah dengan lantangnya di salah satu acara TV swasta berani membayar utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno dengan syarat pihak Sandi bersedia membuka dokumen perjanjian utang yang dimaksud.
Menurut Pengamat hukum dan politik Refly Harun, Geisz tahu bahwa utang Anies ke Sandi sudah lunas.
Yang jelas, saat jadi Cagub Anies punya utang dengan nominal yang besar, bagaimana bila menjadi Capres, mungkin bisa lebih besar saat menjadi Cagub.
Menurut Permadi Arya biasa disapa Abu Janda. "Belom jadi presiden udah berani ngutang 50m buat pilkada. kalo sampe jadi presiden, utang RI bisa dia bikin sampe 50 ribu trilyun kelakuan wan utang," tulis Abu Janda dikutip dari Instagram @permadiaktivis2 pada Kamis (9/2/2023).
Dan, kemungkinan lainnya soal utang saat menjadi Capres Anies nanti bisa pinjam ke pengusaha luar negeri, dengan catatan kalau ia jadi Presiden, maka dugaannya sejumlah pulau di Indonesia akan dimiliki pihak asing.