Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sejak Indonesia merdeka sampai kini, sudah melaksanakan Pemilu sepuluh (10) kali : 1955, 1971, 1977, 1982, 1987,1999, 2004, 2009,2014, dan 2019.
Baca Juga : Beberapa Tokoh Nasional dan KSP Moeldoko Hadir Diacara Malam Anugerah 1 Abad NU
10 kali melaksanakan pesta demokrasi, penetapan capres dan cawapres melalui mekanisme partai. Setelah ditetapkan, baru dipilih oleh parlemen di era orde baru, dan masyarakat yang punya hak pilih sejak era reformasi.
Jika tidak ada aral melintang, KPU, Bawaslu, DPR, dam Mendagri (pemerintah) telah sepakat melaksanakan pemilu serentak 2024, dimulai Pilpres 14 Februai 2024, dan Pilkada November 2024.
Terkait Pilpres, yang berhak menetapkan capres – cawapres menurut UU Pemilu adalah partai politik atau gabungan partai politik, dengan syarat 20 persen.
Namun, dalam perkembangannya, partai politik untuk menetapkan pasangan Pilpres 2024, mengacu kepada lembaga survei politik atau mesin partai, rekam jejak dan refensi lainnya yang mendukung.
Namun, Parpol, dan lembaga survei politik, muaranya kepada masyarakat yang punya hak memilih. Tinggal menunggu penetapan Parpol, berdasarkan suara maskayarakat.
Ada sejumlah nama yang dirilis lembaga survei, dan dipantau parpol. Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Puan Maharani, Moeldoko, Erick Thohir, dan lain-lain.
Khusus Moeldoko dalam gelaran Musyawarah Rakyat (Musra) IV yang belum lama berselang, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), berada dalam tiga besar jajaran calon wakil presiden (cawapres) atau bisa juga capres sebagai kandidat pada Pilpres 2024.
Kepala Staf Presiden dan Ketua Umum HKTI, Panglima TNI ke-18 (30 Agustus 2013 – 8 Juli 2015) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, yang rekam jejaknya tak perlu diragukan, dan selalu taat pada konstitusi, serta sebagian besar masyarakat menghendaki figur tegas dan tidak bisa didikte negara luar negeri, seperti yang dilakukan Jokowi, maka Moeldoko tepat menjadi Capres atau Cawapres 2024.
Apalagi, situasi setelah 2024, Indonesia akan mengalami tekanan dari negara-negara luar negeri, terkait sumber daya alam (bahan mentah) dipaksa negara-negara tersebut, untuk kita mengekspor.
Sehingga dibutuhkan sosok yang berani untuk melawan kesewenang-wenangan negara luar negeri tersebut.