Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Partai NasDem telah resmi mengumumkan Anies Baswedan sebagai bakal Capres, pada awal Oktober 2022.
Baca Juga : PKS dan Demokrat Rebutan Cawapres, Pengamat : Nasdem Gagal
Dengan percaya diri, Ketua Umum Surya Paloh, yakin Demokrat dan PKS akan merapat dan membentuk koalisi perubahan.
Pasalnya, ketiga Partai itu sudah sepakat Anies Capresnya. Namun, rupanya PKS dan Demokrat belum sepakat tentang Cawapresnya. Demokrat mengajukan AHY pendamping Anies, sebaliknya PKS mengajukan Ahmad Syaikhu. Sedangkan Nasdem, menegaskan cawapres diserahkan sepenuhnya ke Anies Baswedan.
Kabar terdengar, koalisi perubahan ini akan mendeklarasikan pasangan Capres – Cawapres pada awal November 2022, tetapi tidak terjadi, Karena infonya, PKS dan Demokrat sama-sama ngotot minta jatah Cawapres.
Jika, pada akhir Januari 2023. AHY menyatakan, bahwa koalisi perubahan akan mendeklarasikan pasangan, kemungkinan Cawapresnya sudah disepakati. Demokrat mengklaim Anies memilih AHY jadi pasangannya.
Kengototan AHY membentuk koalisi perubahan, dan bakal mendeklarasikan pasangan di Pilpres 2024, kemungkinan adanya pembagian logistik yang sudah jelas. Siapa memberi, dan siapa menerima dalam politik di Pilpres 2024, nuansanya kental terjadi. Atau boleh dibilang kata netizen, politik transaksional diduga kuat terjadi dalam koalisi perubahan ini.
Padahal, kalau mau diikuti perjalanan politik AHY di Pilkada 2017. Anies dan kelompoknyalah, yang membuat Mayor TNI (Purn) AHY ini ditelikung dan diakali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2014 -2016) yang dicopot Presiden Jokowi.
Seharusnya, beranjak dari Pilkada 2017. AHY bisa melihat dan memotret dirinya menuju Pilpres 2024, agar tidak dijadikan oleh Anies sebagai pelengkap dan penderita.