Surabaya NAWACITAPOST - Menyongsong tahun politik 2023, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya kembali melaksanakan Kopi Darat Daerah (Kopdarda).
Membawa tema 'Menata Jalan Kemenangan di 2024', Kopdarda PSI Surabaya kali ini memang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Digelar secara terbuka bersama masyarakat umum dengan konsep Solidarity Fest Vol 1 mulai pukul 08.00 hingga 22.00 di Surabaya Town Square (Sutos), Minggu (18/12/2022).
“Ini acara tahunan, kalau di partai lain biasanya MUSCAB atau MUSDA, namun kita usung dengan konsep yang berbeda. Yakni, dengan melibatkan banyak komunitas dari kalangan anak muda serta pelaku UMKM. Ini sekaligus cara kita untuk mengenalkan PSI Surabaya kepada masyarakat, Bagi yang belum tahu politik jadi tahu,” terang Erick Komala Ketua DPD PSI Surabaya.
“Kita partai terbuka. Kinerja dari fraksi semua anggota harus tahu, bahkan masyarakat. Di kepemimpinan saya, saya menerapkan QPI (Indikator kinerja kualitas, red) di anggota fraksi saya. Jadi per enam bulan kita evaluasi, apakah ada anggota dewan yang kurang bagus pekerjaannya dan mana yang sudah bagus. Namun sejauh ini, Fraksi PSI on target,” urainya.
Selain Kopdarda sebagai cara PSI Surabaya memanaskan mesin partai, rangkaian acara juga dipadu dengan menarik dan kreatif.
"Mulai jam 8 tadi sudah digelar Pound stik atau senam pakai stik, kemudian masuk acara Kopdarda," terang Erick.
Masih katanya, setelahnya ada atraksi band komunitas dengan memberi ruang band-band lokal untuk main di lokasi Atrium Sutos.
Senam zumba di sore hari akan diikuti sekitar 200-300 orang dan malamnya dilanjut riding 150-an vespa, keliling Surabaya menyampaikan pesan damai. Finish kembali di Sutos dan disambut dengan gelaran Lantai 2 berdansa dengan iringan genre musik Reagea.
Ditanya target kursi di Pileg Surabaya 2024, Erick optimis bisa menambah kursi. " Optimis! saat ini kita punya 4 orang anggota dewan, pada 2024 kita akan lipat gandakan menjadi 8, pastinya kita sudah mulai gencar kampanye baik online maupun offline," serunya.
Dikaitkan dengan mundurnya beberapa sosok penting di PSI Pusat dan seberapa besar pengaruhnya di Surabaya, Erick tak menampik, memang pasti ada dampak karena mereka adalah orang-orang yang hebat, mempunyai daya pikir kritis dan pernah berperan untuk PSI Surabaya.
Namun, dengan kejadian tersebut PSI Surabaya juga banyak menerima kader-kader baru yang tidak kalah hebat, seperti Totok Lusida, Ketua Umum REI, yang saat ini menjadi dewan pakar serta masih banyak lompatan-lompatan yang tidak bisa disebut dulu.
"Mungkin tidak bisa menggantikan posisi mereka (para kader yang mundur, red), tapi dengan pengalaman-pengalaman beliau (kader yang masuk, red), kita bisa semakin kuat dan solid," terang Erick.
Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya Tjutjuk Supariono juga didaulat untuk memberikan laporan kinerja Fraksi di tahun 2022, baik dari sisi Capaian, Advokasi, Pelaksaan Reses, Pengaduan masyarakat, maupun blusukan atau sidak.
Dalam capaian, Tjutjuk memaparkan bahwa Fraksi PSI Surabaya sudah melakukan 10 hal termasuk menjadi Mitra Kritis Pemerintah Kota Surabaya dan turut dalam Pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2023.
Untuk pelaksanaan Reses, sesuai catatan Fraksi PSI Surabaya telah melaksanakan di 88 titik, dengan total warga yang diundang sebanyak 14.520 Orang serta menjaring 684 baik aduan, keluhan dan aspirasi pembangunan.
Diakhir, Tjutjuk melaporkan bahwa setiap Anggota Dewan Fraksi PSI Surabaya diwajibkan melakukan Blusukan atau biasa dikenal juga dengan Sidak.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui/ meninjau langsung kondisi sebenarnya aspirasi dan aduan yang diterima. Selain itu, adanya kegiatan sidak aduan ini menjadi sarana komunikasi dua arah antara Anggota Dewan dan Masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fraksi PSI terhadap permasalahan masyarakat yang ada," tandasnya. (BNW)