politik

Konferensi Cabang GMNI Surabaya Ricuh, Preman dan Parpol Terlibat?

Rabu, 16 November 2022 | 18:44 WIB

Diketahui, Dinamika perpecahan di antara kader GMNI sudah bukan kabar baru. Perpecahan itu sudah eksis sejak puluhan tahun lalu baik di tingkat cabang hingga tingkat nasional.


Di Surabaya, organisasi berlambang banteng ini sudah pecah sejak tahun 2002. Artinya, sudah 20 tahun perpecahan dua kubu dan belum bisa disatukan.


Perpecahan itu bermuara kepada GMNI Cabang Surabaya dan GMNI Cabang Kota Surabaya. Perpecahan ini membuat agenda gerakan demi kepentingan kaum marhaen menjadi kontraproduktif.


Sebagaimana gerakan pro rakyat harusnya bisa menurunkan ego untuk menyatukan visi demi memperkuat gerakan. Akan tetapi praktiknya, perpecahan ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi mewujudkan libido politik pribadi.


Siapa yang menjadi korban? Jelas, kader akar rumput harus menggendong beban dari ego oknum-oknum tersebut.


Sebenarnya sejak beberapa bulan yang lalu ada wacana bahwa GMNI Surabaya yang diketuai oleh Ravi Hafidz Maheswara dan GMNI Kota Surabaya yang diketuai oleh Refi Achmad Zuhair. Isu tentang adanya niat persatuan ini dicium oleh kelompok yang tidak menghendaki persatuan.


Akibatnya, untuk mencegah persatuan maka pihak-pihak yang kontra persatuan menggelar konferensi yang cenderung mendadak.


Pendeknya, konferensi dadakan ini cenderung di agendakan untuk melanggengkan perpecahan yang eksis di antara GMNI di Surabaya. (BNW)



Halaman:

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB