politik

Pengamat Politik UNMA, Jelaskan Trend Politik Parokial Masih Mendominasi Demokrasi Indonesia

Rabu, 20 November 2024 | 22:32 WIB
Akademisi Universitas Majalengka (UNMA) Otong Syuhada,

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Demokrasi lima tahunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia masih menjadi perhatian serius bagi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Pasalnya, pesta demokrasi baik Pemilu ataupun pemilihan kepala daerah masih belum menunjukkan adanya peningkatan kualitas demokrasi yang lebih baik dan berintegritas.

Disetiap moment Pilkada, tak sedikit visi dan misi yang dipaparkan oleh para Paslon Tidak menjadi faktor utama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan pilihannya.

Hal itu diungkapkan oleh Akademisi Universitas Majalengka (UNMA) Otong Syuhada, dia mengatakan bahwa dalam hal pilihan, masyarakat masih cenderung dalam trend politik parokial.

Sehingga, menurutnya, masyarakat tidak akan terlalu terpengaruh dengan propaganda saat kampanye, termasuk debat.

"Kita masih condong politik parokial. Sehingga tidak terpengaruh dengan propaganda dalam kampanye," ujar Otong Syuhada, Rabu (20/11/2024).

Dikatakan Dekan Fakultas Hukum UNMA itu, demokrasi di Indonesia sampai saat ini, masih dibayang bayangi oleh adanya politik transaksional.

Otsu begitu sapaannya, saat ini, masyarakat cenderung lebih kepada politik transaksional. Dengan demikian, gagasan yang disampaikan calon pada kampanye, khususnya debat, tidak terlalu berdampak dalam meraih suara dari masyarakat.

"Di kita yang masih berlaku, ya transaksional," ucapnya.

Fenomena transaksional sendiri, jelas dia, bisa dikatakan fenomena baru dalam beberapa kali pesta demokrasi, baik pemilu maupun Pilkada.

Mantan Anggota DPRD Majalengka itu menjelaskan bahwa masyarakat cenderung akan menentukan pilihan sesuai dengan pilihan orang tuanya.

"Kita, dulu ada semacam pemilih tetap. Misalnya, ayah nya pilih partai anu, atau calon yang diusung partai anu. Nah anaknya pasti sama juga," jelasnya.

Namun, menurutnya, saat ini trend itu sudah mulai tergeser dengan adanya pola politik transaksional ditengah masyarakat.

"Nah sekarang bergeser, ke transaksional. Propaganda calon dan tim, mungkin ada pengaruh terhadap calon pemilih, tapi saya melihatnya tidak signifikan," tandasnya.(Defri Ardiansyah)

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB