Beberapa usulan dan pertanyaan dari warga tercetus saat sesi dialog, seperti Usulan rehab sekaligus pemasangan lampu di lapangan RW04 dan Usulan pemasangan CCTV di sepanjang jalan Pakis gang 1, demi keamanan dan kenyamanan warga.
Kemudian warga juga kebingungan perihal perpindahan keanggotaan dari BPJS Kesehatan Mandiri ke PBI. "Apakah harus ada pelunasan dulu, jika ada tunggakan? sedangkan yang bersangkutan orang tidak mampu?" tanya warga.
Disisi lain Ketua RW04 Arif dan Ketua PKK RW ibu Suryati mengaku sering kesulitan dokter jaga dan ambulans saat warganya meninggal tengah malam.
Harapannya, diperbanyak lagi dokter jaga dan puskesmas 24 jam sekaligus penyediaan ambulans Gratis. "Kasihan keluarga, dan orang matinya, jadi harus menunggu jam-jaman, " Ungkap mereka.
"Kalau sewa ambulans di swasta tarifnya mahal, kami berharap Partai NasDem bisa membantu menyediakan dengan biaya murah, kalau bisa digratiskan, " Harapnya.
Kemudian keluhan juga dari warga yang mengaku dikeluarkan dari data MBR, sehingga untuk kebingungan pelayanan kesehatan dan pendidikannya agak dipersulit.
Menanggapi hal ini, Hari Santosa mengakui bahwa masalah MBR ini yang paling sengsara adalah RT dan RW. "Sudah capek capek mendata ternyata tidak tercatat, " Katanya.
Nantinya, sambung Hari, Kementrian sosial akan menempelkan stiker dengan barcode di rumah setiap keluarga penerima bantuan, dan permukaan 3 bulan akan ada update data.
"Semua sudah terkoordinasi tinggal menunggu perwali keluar. Dan diharapkan cara ini bisa memecahkan masalah banyaknya protes warga atas bantuan yang tidak adil atau tidak merata, " Ucapnya.
Terkait dokter jaga dan puskesmas 24 jam serta ketersediaan Ambulans, politisi gaek ini mengaku sudah sudah mengupayakan bahwa puskesmas bisa 24 jam, namun saat ini baru 7 atau 8 puskesmas yang sudah siap.
Untuk Ambulan, lanjut dia, call center 112 memang seringkali krodit. "Kedepan akan kita dorong penambahan fasilitas ambulans, bahkan kita wacanakan tidak lebih 7 menit setelah ditelp, ambulans akan datang. Dari situ berarti Pemkot wajib membuka titik-titik stanby ambulans, khususnya di wilayah-wilayah padat penduduk, " Terangnya.
Nah, untuk Ambulans partai NasDem, Hari mengaku akan mengkordinaskan dengan pengurus partai. "Saya bukan pengurus NasDem Surabaya, tapi akan tetap dikoordinasikan, " Tandas Hari Santosa. (BNW)