Surabaya NAWACITAPOST - Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat saat reses jaring aspirasi Anggota DPRD Surabaya Hari Santosa di masjid Al-Fattah RW01 Kel. Jeruk kecamatan Lakarsantri, Sabtu 15 Oktober 2022.
Kali ini, di masa reses sidang keempat persidangan kesatu tahun anggaran 2022, Legislator partai NasDem sengaja mengambil tempat di masjid dengan mengundang puluhan jamaah beserta para tokoh agama dan masyarakat setempat.
"Selain tempatnya pas buat dialog, harapannya di Masjid ini kita dapat saling jujur satu sama lain. Bapak dan ibu jujur memberikan aspirasi, kami selaku anggota Dewan Jujur dalam mengupayakan," ucap Hari Santosa dalam paparannya.
Hari, dalam penjelasannya mengatakan, agenda masa reses adalah masa istirahat anggota DPRD dan diberi kesempatan untuk menggali aspirasi masyarakat secara langsung.
Saat aspirasi telah tercatat, nantinya akan dituangkan dalam Pokir (Pokok Pikiran) Dewan, di paripurnakan bersama pemerintah untuk dijadikan bahan pembangunan kota kedepan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Hari Santosa anggota Komisi D bermitra kerja dengan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata.
Kemudian juga bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan (DPK3PKB), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, serta dua Rumah sakit daerah yaitu RSUD Dr. M.Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya.
Disisi yang lain, Safaat Huda ketua RW01 memberi kesepatan kepada warganya untuk menyampaikan semua keluhannya, khususnya terkait kebutuhan wilayah RW01 Jeruk.
"Kita harus pro aktif menyampaikan semua kebutuhan, terutama untuk kemajuan wilayah RW01," ucapnya.
Diberi kesempatan berdialog, warga menyampaikan beberapa usulan maupun permintaan, antara lain bantuan mobil ambulans, Jidor untuk masjid, pembangunan Balai RW sekaligus Merapikan utilitas kabel-kabel internet dan listrik yang dirasa membahayakan masyarakat.
"Kami minta Pemerintah turut berkontribusi dana penarik sampah, supaya warga tidak banyak terbeban dan lingkungan selalu terjaga kebersihannya," pinta salah satu warga.
Ada lagi warga yang merasa Pemkot Surabaya tidak adil terkait pendidikan. "Banyaknya sekolah umum negeri baik SD, SMP dan SMA/K tidak didukung dengan keberadaan sekolah negeri agama, seperti madrasah atau sekolah agama yang lain," ungkap Pak Yanto salah seorang warga.
"Disamping pendidikan umum, masyarakat juga sangat membutuhkan pendidikan etika dan agama, " tambahnya.
Tak ketinggalan, kepada anggota Dewan asli Jeruk ini, para ibu juga meminta bantuan pengadaan seragam dan Ziaroh ke makam wali.
Menjawab semua pertanyaan warga, Hari menjelaskan bahwa ada usulan yang bisa dianggarkan oleh pemerintah, tapi ada anggaran yang tidak bisa dicover seperti sekolah agama yang wewenangnya ada di Kementrian agama. "Sekolah agama bukan ranahnya Pemkot, tapi saya siap berkoordinasi dengan Walikota agar bisa disampaikan ke kementrian. Kalau masalah ziaroh, nggih, saya nanti yang memberangkatkan dengan dana pribadi," ucapnya.
Saat ini, lanjut Hari, semua usulan kegiatan pembangunan harus melalui musrenbang yang diusulkan oleh para RT dan RW. "Saya siap mengawal dan mendampingi," ujarnya.
"Jika aspirasi kita disetujui, maka akan direalisasikan tahun 2023, maka melalui reses kali diadakan sebelum RAPBD digedok pada 10 November nanti," terangnya kembali.
Diakhir, Hari Santosa menjelaskan bahwa Pemkot sedang gencar-gencarnya berupaya meningkatkan UMKM dan sumber daya manusia.
"Bagi warga yang belum bekerja, bisa mendaftar ke kelurahan. Nantinya akan diberikan pembinaan sekaligus peralatan kerjanya, seperti barista, potong rambut, group band, dll. Termasuk juga menjahit, bikin kue dll," jelas Hari.
Pesannya, masyarakat harus pro aktif memanfaatkan program-program pemerintah. Dan khusus kepada aparat kelurahan diharapkan bisa melayani dengan baik.
"Kelurahan jangan sekali-sekali mempersulit warga yang membutuhkan pembinaan, termasuk untuk padat karya," tandas Hari. (BNW)