Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta hanya menyisakan waktu 240 jam lagi atau 10 hari dari sekarang (6 Oktober 2022 – 16 Oktober 2022).
Baca Juga : Usung Anies Baswedan Capres 2024, Membuat Demokrat dan PKS Dipaksa Nasdem Merapat
Nampaknya catatan pro dan kontra (kebanyakan kontra) mewarnai sepak terjang Anies dalam memimpin Jakarta selama 5 tahun (16 Oktober 2017 -16 Oktober 2022).
Dipenghujung jabatan sebagai orang nomor satu Jakarta, Anies kerap mengundang berbagai kabar minor. Dipanggil KPK, terkait pagelaran balap mobil formula E di kawasan Ancol Jakarta, Juni 2022. Kabarnya, memakai APBD Jakarta ratusan miliar, dan itu (APBD) diduga tanpa melalui persetujuan DPR.
Adapun ketua panitia pelaksana balap mobil formula E, Ahmad Syahroni (Bendum DPP Partai Nasdem).
Selesai acara gelaran balap mobil itu, hanya tak sampai dua minggu, tepatnya di pertengahan Juni 2022. Rakernas Partai NasDem merekomendasikan Anies Baswedan, Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo sebagi bakal calon presiden (Bacapres) Partai besutan Surya Paloh.
Anehnya, pada Senin 3 Oktober 2022, di Tower Nasdem, Anies diumumkan sebagai Capres Nasdem. Pertanyaan pun muncul, ada apa dengan gerak cepat NasDem mengumunkan nama Anies sebagai Capres di Pilpres 2024.
Apakah ada keterkaitan dengan gelaran balap mobil formula E? Yang, dugaannya memakai dana APBD Jakarta, seharusnya hal itu (APBD) tak boleh digunakan untuk kepentingan bisnis, kecuali ada persetujuan seluruh legislator kebon sirih.
Mungkin, jika tak cepat-cepat diumumkan sebagai Capres, lalu Anies dipanggil KPK, kemudian Anies menyebut Nasdem dengan dugaan tersebut, maka itu bisa mendegradasikan NasDem di Pileg 2024.
Lalu, apakah dengan mengusulkan Anies Capres 2024, KPK tak bisa memanggil Anies, untuk kemudian ditindaklanjuti kemungkinan-kemungkinan lain, misal penggunaan APBD yang tidak pada tempatnya? Atau Nasdem ingin mengatakan, Capres yang diusungnya mengalami korban politik.
Yang jelas, NasDem ingin supaya Anies tak dipanggil KPK, karena kalau dipanggil, bisa saja Anies menyebut NasDem.
Hal ini juga merupakan, sebagai siasat menghindar dari Kemungkinan jeratan hukum KPK, makanya NasDem mendeklarasikan Anies Capres?