Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bila benar, kabar yang beredar ada pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di rumah pribadi Ketua Umum DPP PDIP Megawati, pada Minggu pagi (2/10/2022).
Baca Juga : Soal Dukungan Airlangga, Pernyataan Ray Rangkuti, Bikin Perpecahan Tubuh Golkar
Maka, itu sinyal ada pengerucutan nama Capres diantara dua kubu, jalan Teuku Umar 37 (PDIP) dengan KIB (Golkar, PAN, dan PPP).
Memang sebelumnya, dalam safari politik, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani, telah menjadwalkan pertemuan dengan kedua Ketua Umum Parpol; Gerindra dan Golkar, tetapi yang terlaksana hanya dengan Gerindra, Golkar kendalanya hanya teknis, tutur pengamat politik UIN, Adi Prayitno.
Supaya pertemuan Golkar dan PDIP benar-benar terlaksana, munkin Airlangga berinisiatif bertemu langsung dengan Mega di rumah pribadinya, lagi-lagi bila kabar beredar ini benar adanya.
Menurut kabar yang beredar itu dan telah disebar diberbagai grup WhatsApp, pertemuan Parpol Kuning dan Merah, dihadiri sejumlah pengurus Parpol dari KIB dan PDIP.
yang ikut hadir dalam pertemuan di rumah Mega, Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus, sekjen PAN Edi Suparno, Puan Maharani, Hasto Kristianto dan Bambang Wuryanto.
Dari keterangan yang disampaikan oleh Hasto, pertemuan itu membahas kesepakatan bergabungnya KIB ke kubu PDIP.
Untuk memastikan, apakah kemarin (Minggu pagi, 2 Oktober 2022) ada pertemuan antara Airlangga dan Mega? Nawacipost.com berusaha menghubung sejumlah pimpinan elit PDIP, tetapi belum ada jawaban.
Info dari kabar beredar itu, Mega mengusulkan Capresnya Ganjar, KIB menyatakan setuju. Memang dalam pembentukan KIB, ketiga partai yang tergabung itu, belum menyebut nama Capres di Pilpres 2024.
Menurut kabar beredar itu, bukan PDIP yang bergabung ke KIB, melainkan KIB yang akan bergabung ke PDIP. Soal ini, kemungkinan bisa-bisa saja.
Jadi, apakah Mega mengusulkan Ganjar sebagai Capres 2024? Untuk pertanyaan ini, masih terlalu dini menyimpulkannya. Sebab, dalam politik segala sesuanya serba mungkin, berubah, dan yang jelas kawan dan lawan tidak ada, yang ada kepentingan. Maka, mari kita tunggu, apakah KIB berbagung ke PDIP, kalau bergabung, kemungkinan sinyal Gubernur Jawa Tengah sebagai pengganti Jokowi, dimungkinkan terjadi