Monoarfa kembali menerangkan, sejak Pemilu 1999 sampai hari ini, Partai Persatuan Pembangunan senantiasa dibilang tidak lolos suaranya dan cenderung turun.
"Maka dari itu, saat ini kita mesti lakukan pembuktian yang sebaliknya. KKita akan awab dengan kerja cerdas. Hanya dengan cara itu kita membuktikan bahwa semua yang di omongkan itu tidak pas," Ajaknya.
"Hari ini, survei internal akhir yang kita lakukan masih 4,5 persen, setidaknya - tidaknya angka itu lebih bagus dibandingkan angka 2009 dan 2014.
Pada kesempatan itu, Monoarfa mengingatkan kembali kepada kader Jatim agar bener bener kenal dengan partainya (PPP, red).
"Karena itu, kami mendesain sekolah politik, yang kali ini diperuntukkan untuk struktural partai, berikutnya semua Bacaleg dan nantinya diperuntukkan bakal calon kepala daerah. Sekolah politik menjadi syarat utama untuk masuk menjadi Bacaleg, " Ungkap Monoarfa.
Harapannya, semua Bacaleg atau Cakada harus lulus sekolah Politik PPP, jika tidak tentunya harus mengulang.
" Sekolah politik ini akan menjadi sekolah terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia yang mau sekolah di PPP, karena sampai hari ini Pendidkan politik tidak pernah dilakukan di masyarakat, hanya dikhususkan kepada pengurus partai, " Tandas Monoarfa. (BNW)