politik

Isu Ganjar Dilarang ke Luar Kota, Ada Pihak yang Ingin Memecah Belah PDIP

Sabtu, 23 Juli 2022 | 06:45 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Ganjar Pranowo, bukan hanya bertengger di dua besar berbagai lembaga survei Politik. Partai Nasdem sacara terang-terangan melalui Rakernasnya, merekmondasikan nama Gubernur Jawa Tengah 2018 -2023 sebagai bakal Capres yang diusung.

Baca Juga : Restu Ibu untuk 2024? Diprediksi Menguat ke Ganjar – Andika


Bahkan Golkar, secara terang-terangan menyebut Ganjar layak mendampingi Airlangga Hartarto di Pilpres 2024.

PKS yang tak seideologi dengan Partai Moncong Putihpun tanpa malu-malu meminta Ganjar bersedia menjadi Capres 2024.

Adapun, tujuan partai di luar PDIP mencalonkan suami dari Hj. Siti Atikoh Supriyanti, sebenarnya mau mendongkrak suara partai mereka di Pileg nasional meningkat.

Ingat, Pilpres 2014 dan 2019, Nasdem, PKB mendapat efek tambahan suara Pileg, karena mencalonkan Jokowi. Bahkan PSI menjadi masuk lima besar di DPRD Jakarta.

Walaupun, tak bisa dipungkiri ada partai yang mencalonkan Jokowi sebagai Capres, tak berefek ke suaranya di Parlemen, karena masih adanya persoalan di internal partainya, Hanura misalnya kala itu masih ada konflik di dalamnya, demikian juga PPP, karena eks Ketum Partainya Rommy tersandung kasus korupsi.

Yang jelas ada efek positif pada Pileg anggota parlemennya bertambah, ketika Partai itu mencalonkan orang yang diunggulkan lembaga survei politik sebagai Capres.

Terkait, tentang adanya ayah dari Muhammad Zinedine Alam Ganjar, dilarang ke luar kota, itu tidak benar.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan soal surat tugas yang dikeluarkan partai. Ini, katanya, merupakan bagian dari mekanisme PDIP. Surat tugas partai ini yang menjadi dasar Ganjar diisukan dilarang ke luar kota.
Lalu, Hasto pun menyatakan melontarkan guarauanya soal "Tidak (benar). Kayak zaman Belanda saja dipingit," Jumat (22/7/2022).

Yang benar kata Hasto adalah "PDI Perjuangan mendorong setiap kader, baik yang di struktur partai, legislatif partai, maupun eksekutif partai, untuk bergerak ke bawah, memperkuat wilayah kerja politiknya dengan membantu rakyat dan mengejar prestasi hingga menciptakan legacy," jelasnya.

Jika dicermati pernyataan Hasto soal Ganjar. Sepertinya, memang ada partai yang ingin mendekat langsung ke Ganjar, supaya suara pilegnya di 2024 meningkat. Sehingga, mau tidak mau Ganjar harus ke markas partainya.

Padahal, cara-cara yang ditempuh itu, kurang elok dan tak etis, mengapa? Karena Ganjar sudah menyatakan dengan jelas dan tegas di rakenras PDIP di kawasan Lenteng Agung pertengahan Juni 2022, bahwa dirinya adalah kader Partai Moncong Putih, dan tetap loyal pada keputusan Ketum Partai, Megawati Soekarnoputeri.

Apalagi, saat Rakernas PDIP, Ganjar lah yang membacakan tentang penentuan capres dari PDIP, yang punya otoritas penuh memutuskan adalah ibu dari Puan Maharani.

Jadi, memang ada suasana yang diciptakan oleh sejumlah pihak di luar PDIP yang menyatakan, bahwa Ganjar tak boleh ke luar kota, dan pihak-pihak yang menyuarakan itu ingin mendapatkan keuntungan di Pemilu serentak 2024. Atau bisa jadi, ingin memecah belah di jajaran elit PDIP, oleh pihak yang tidak senang dengan partai wong cilik itu.

Yang pasti,  Ganjar sudah menyatakan, soal nama Capres, ia akan loyal dan patuh pada Presiden RI ke -5.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB