Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bagi kelompok intoleren, Jenderal Dudung Abdurachman adalah musuh besarnya. Bagaimana tidak, Dudung tak segan-segan untuk melawan kelompok radikal itu sampai ke akar-akarnya.
Baca Juga : Terkait Khilafah, Radikalisme dan Intoleran, Indonesia Butuh Jenderal Dudung Abdurahman
Penurunan dan perobekan baliho Rizieq Shihab pada November 2020, bukti Dudung yang kala itu masih menjabat Pandam Jaya, benar-benar memainkan perannya sebagai penjaga keamanan dan ketentraman warga Jakarta.
Kini Dudung, sudah berpangkat Jenderal penuh alias bintang 4 dengan jabatan KSAD. Kegiatan silaturahmi dengan umat beragama terus dilakukan.
Kemarin, Kamis (2/6/2022), Dudung bertandang ke Kantor PGI menemui Ketua Umum Pdt. Gomar Gultom beserta jajarannya.
Dudung pun memberikan sambutan di acara silaturahmi bersama PGI. "Silaturhami ini sudah lama saya agendakan dan menjadi prioritas untuk bersama-sama menyikapi fenomena yang terjadi sekarang, yaitu adanya berbagai macam ancaman internal yang dapat mengarah kepada perpecahan bangsa, seperti gerakan intoleran dan memunculkan budaya luar yang dianggap paling benar. Negara-negara Timur Tengah yang merupakan satu daratan bisa porak poranda karena ada yang menginginkan dan membuatnya jadi seperti itu. Negara Indonesia yang berpondasikan kebhinekaan dengan tiang persatuan dan kesatuan, serta beratapkan NKRI, diharapkan akan tetap terjaga tidak mengalami nasib yang sama seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah, tegas Dudung.
Masih dalam suasana pertemuan di PGI itu, Selain Gomar, hadir pula Olly Dondokambey. Kehadiran Olly sebagai pengurus inti Majelis Pengurus Harian PGI, dengan jabatan Ketua Kaum Bapa.
Terlepas dari itu, nama Olly juga dikenal sebagai Gubernur Sulawesi Utara dan Bendum DPP PDI.
Jabatan terakhir di politik itu menarik untuk dicermati. Mei 2022, Olly bersama istri menemani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri menghadiri pelantikan Presiden Korsel.
Boleh disebut, Olly adalah salah satu orang kepercayaan Megawati. Kabar lainnya, pertemuan Jokowi bersama Prabowo dengan menaiki MRT dari Lebak Bulus turun di kawasan Senayan, tahun 2019 (usai Pilpres 2019), salah satunya gagasan dari Bendum PDIP.
Jika benar, Dudung dilirik parpol untuk menjadi Capres. Gerakan radikal semakin panik.