Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bagi K.H Yaqut Cholil Qaumas atau bisa disapa Gus Yaqut, toleransi bukan hanya kata, apalagi hiasan berupa pajangan belaka. Kata itu sudah terpatri saat masa kecilnya hingga kini. Tumbuh subur dikalangan santri di pondok pesantren, bukan berarti, Gus Yaqut tak mengenal perbedaan. Pergaulannya luas dengan berbagai ras, suku,dan agama. Itu adalah modal utamanya menegakan toleransi berbhineka Pancasila.
Baca Juga : Menag Gus Yaqut : Selamat Natal 2020, Rayakan dengan Kesederhanaan dan Berbagi Kasih
Kiprahnya sebagai Ketua Umum GP Ansor kerap berhubungan dengan orang atau kelompok lintas agama. Bahkan kantor Ansor Pusat di kawasan Jakarta Pusat, bersebelahan dengan sebuah Gereja. Parkir kendaraan umat Kristen selalu menggunakan halaman depan kantor Ansor. Gus Yaqut tak marah, malah memerintahkan anak buahnya untuk menjaga umat Kristen dan umat lainnya beribadah.
Pengalamannya di bidang legislatif dan eksekutif mewarnai kiprahnya. Anggota DPRD Kabupaten Rembang (2004 -2005), Wakil Bupati Rembang (2005 -2010), Anggota DPR RI PAW (2014 -2019) menggantikan Hanif Dakiri yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menaker 2014 -2019. Anggota DPR RI 2019 -2020. Dipilih Presiden Jokowi menjadi Menteri Agama RI, mulai 23 Desember 2020 – sampai sekarang.
Usai dilantik, anak dari KH Cholil Bisri menegaskan pernyataannya, bahwa ia adalah Menteri Agama untuk semua agama, bukan satu agama. Rupanya ucapan Gus Yaqut itu mematik perorangan atau kelompok intoleran marah dan tak terima akan ucapannya, bahkan ayah dari 4 puteri itu, terus dicari kesalahan oleh mereka yang anti toleran.
Seperti yang disampaikan MUI Depok melalui Nuim Hidayat, yang menuduh bahwa Gus Yaqut telah sepakat mengganti dua nama hari besar umat Kristen: Wafat Isa Almasih dan Kenaikan Isa Almasih menjadi Wafat Tuhan Yesus dan Kenaikan Tuhan Yesus.
Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qaumas atau biasa disapa akrab Gus Yaqut kembali diserang Hoax. Kali ini hoax datangnya dari MUI Depok namanya Nuim Hidayat. Nuim menuduh Gus Yaqut dan para uskup Indonesia sepakat mengganti hari wafat Isa Almasih dan kenaikan Isa Almasih dengan nama Wafat Tuhan Yesus dan Kenaikan Tuhan Yesus.
Kesepakatan dengan para uskup tersebut menurut Nuim diadakan di aula Catholic Center Keuskupan Amboina pada 23 April 2022. Nuim menyebutkan, penggantian dua hari libur itu membuat umat Islam secara tak langsung mengakui Yesus sebagai Tuhan.
Nuim mempersoalkan cara berpikir Gus Yaqut yang menerima pergantian tersebut. Nuim juga menyalahkan Gus Yaqut yang dianggap tak paham sejarah pemberian nama dua hari libur itu dengan nama Wafat Isa Al-Masih dan kenaikan Isa Almasih. Dua nama itu dianggap netral. Beristighfarlah Yaqut, atau Anda ini wakil siapa?" Kata Nuim.
Namun pernyataan Nuim itu dibantah Kemenag. "Tidak ada kesepakatan pergantian nama dua hari libur nasional tersebut.Dalam pertemuan Menag dengan para Uskup memang ada aspirasi perubahan penyebutan hari libur kenaikan Isa Al-Masih tapi usulan itu hanya sebatas lisan. Jadi tidak ada kesepakatan dalam bentuk apapun," tegasnya.
Gus Yaqut sebagai menteri semua agama tentu harus menampung segenap aspirasi. Jika usulan itu tidak menyalahi hukum dan ketentuan yang berlaku, tentu dia sebagai menteri harus menjalankan tugasnya.Namun, perubahannya nama hari libur itu memerlukan proses panjang dan dibutuhkan kesepakatan lintas kementerian. Artinya masih terdapat banyak kemungkinan di depan sana. Nuim telah melakukan kesalahan fatal.
Pertama menyebarkan kabar bohong atau hoax, bahwa Gus Yaqut telah bersepakat mengubah dua nama hari libur itu. Ini jelas hoax yang baru dilalukanya Gus Yaqut baru proses menampung aspirasi.Sebagai seorang muslim apalagi anggota MUI menyebarkan kabar bohong itu tercela.
Tidak sepantasnya Nuim melakukan itu. apalagi kebohongan itu merugikan seorang menteri agama. Kedua Nuim telah melakukan intoleren kepada umat beragama lain.
Nuim melakukan itu (serangan hoax ke Gus Yaqut), mungkin juga bisa atas inisiatif sendiri atau ada yang menggerakan. Makum, otoritas MUI tentang sertifikat halal hanya berlaku sampai 2026. Setelah itu, kewenangannya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama (BPJPH Kemenag).
Gus Yaqut memang sering mendapatkan serangan dari orang-orang yang tidak menyukainya. Selama ini Gus Yaqut orang yang getol memperjuangkan toleransi. Sikapnya yang tegas itu membuat kaum intoleran marah dan membencinya. Tuduhan yang dilontarkan Nuim itu bukan yang pertama sekaligus bukan yang terakhir Jalan orang yang memperjuangkan toleransi seperti Gus Yaqut memang berat dan penuh tantangan. Mari kita dukung perjuangan mewujudkan toleransi agar Indonesia bhineka yang kita cita-citakan tetap ada selamanya.