Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Kehadiran dua tokoh asal Nias diacara paskah 2022 dan pelantikan BPL DPP Fornisel 2021 -2026, di Jakarta, pada Sabtu 14 Mei 2022. Pertama Yasonna Laoly sebelum ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menkumham dua periode (2014 -2019 dan 2019 -2024) adalah anggota DPR yang seharusnya dijalani selama periode 2014 -2019 dan 2019 – 2024, tetapi hanya hitungan kurang dari satu bulan Yasonna merasakan sebagai legislator Senayan. Ayah dari Wali Kota Solo Gibran dan mertua dari Wali Kota Medan Bobby Nasution mendapuknya sebagai menteri ditempat yang sama (baca : Menkumham RI). Kedua Marinus Gea menjadi anggota DPR RI 2014 -2019 dan 2019 -2024 dengan Dapil non Kepni alias Dapil II Banten meliputi Kota Tangarang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
Baca Juga : Hadiri Paskah dan Pelantikan DPP Fornisel 2021 -2026, Menkumham Yasonna Laoly : ‘Bersama Kita Maju’ Harus Menjadi Mitra Aktif yang Memberi Masukan ke Pemda Nias Selatan
Keduanya hadir, selain berasal dari Nias, dan kini menjadi tokoh kebanggan Ono Niha, kiranya menjadi magnet bagi masyararakat Kepni yang akan berkiprah dalam kompetisi politik serentak 2024.
Baca Juga : Politisi Senayan Asal Kepulauan Nias Marinus Gea (MrG) : Jangan Malu-Malu, Jika Ingin Ikut Kompetisi Politik
Candaan politik yang sifatnya membangun pun meluncur, usai acara tersebut. Ketua MPO DPP FORNISEL Disiplin F. Manao biasa dipanggil Ama Domi melontarkan candaannya, “potensi sumber daya manusia yang pantas maju di pentas politik nasional cukup banyak. Namun dibutuhkan restu dari tokoh yang berpengaruh untuk memiliki peluang dalam mendapatkan tiket baik untuk legislatif maupun pilkada sambil memberi petujuk ke arah menteri kebanggaan Ono Niha yang ada di meja VVIP, yakni Yasonna H. Laoly,” guyonan Ama Domi pun disambut tawa dan tepuk tangan hadir.
Tak mau kalah dengan Ama Domi, Bupati Nias Selatan Hilarus Duha menyampaikan sambutan dengan menguatkan apa yamg disampaikan Ketua MPO Fornisel Disiplin Manao, bahkan memperkuat bahwa jika ingin sukses berpolitik bagi siapa saja kader, bukan harus dari partai Merah tapi di berbagai parpol juga tokoh kebanggaan Nias ini didengar dan diakomodasi, ungkapnya disambut hadirin dengan tepuk tangan bergemuruh.
Ketua Umum DPP Fornisel Bahagia Dachi tak mau ketinggalan dengan Manao dan Hilarus Duha, tapi Dachi menyampaikan canda politik dengan lebih hati-hati. Maklum ia masih status aktif di Polri dengan mengatakan agar sumberdaya Nias Selatan, sukses dan mudah diberi restu oleh tokoh berpengaruh, syaratnya harus bersatu membangun kekuatan dan tidak jalan sendiri. Sebaliknya membangun kekuatan terpisah, bisa melemahkan kekuatan kita secara umum dari kawasan Dapil II Banten (baca : kantong suara Marinus Gea melenggang ke Senayan) termasuk Kepni. Membuat organisasi berbeda-beda bisa memberi peluang pihak lain memecahkan kekuatan dan kesatuan kita. Mari bersama untuk maju sesuai salam Fornisel "Bersama Kita Maju," tuturnya.
Apa yang disampaikan Dispilin F Manao, Hilarus Duha, dan Bahagia Dachi dalam balutan candaan politik yang membangun, bukan hanya berguna bagi masyarakat Nias yang ingin membangun Kepni dalam segala aspek melalui apapun yang positif, salah satunya di kompetisi politik serentak 2024.
Candaan ketiga tokoh dari berbagai latar belakang itu, walaupun tak berada selalu di Kepni, muaranya tetap bagi kemajuan daerah Kepni.
Hal tersebut, kiranya dapat menyadari pentingnya persatuan sesama putra-puteri Nias memasuki persaingan yang tidak mudah dipentas politik nasional. Sebab bersatu saja belum tentu bisa, apalagi tidak Bersatu, pungkas Bahagia Dachi menutup sambutannya yang direspon dengan tepuk tangan seluruh hadirin.