politik

Risma Siapkan Program SMA/SMK dan Sekolah Agama Gratis!

Kamis, 26 September 2024 | 23:54 WIB

NAWACITAPOST.COM – Tri Rismaharini menyampaikan rencana besar dalam bidang pendidikan jika dirinya terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya peningkatan akses dan kualitas pendidikan, termasuk untuk sekolah keagamaan.

"Jadi, bapak ibu sekalian, tolong sampaikan bahwa jika saya terpilih sebagai Gubernur Jatim, Insyaallah pendidikan untuk SMA dan SMK akan gratis," ucap Risma yang disambut tepuk tangan meriah dari para kader PDI Perjuangan yang hadir di acara Rakerdasus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (26/9/2024).

Risma juga menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri, tetapi juga untuk sekolah agama dan sekolah swasta. "Karena saya bukan hanya gubernur untuk sekolah negeri saja, tetapi juga untuk sekolah agama, swasta, dan sekolah-sekolah agama lainnya. Apa bisa? Ya bisa," tegas Risma sambil memberi penekanan saat didampingi Gus Hans dalam pemaparannya.

Baca Juga: Armuji Kampanye Maraton, Warga Kenang Sosok Risma

Lebih lanjut, Risma menjelaskan bahwa rencana ini sangat mungkin direalisasikan. Ia mengacu pada pengalamannya sebagai Walikota Surabaya dari tahun 2010 hingga 2017, di mana SMA/SMK di Surabaya sudah dibebaskan dari biaya.

"Untuk SMA/SMK gratis, bahkan saya meminta agar SMK beroperasi sampai jam lima sore, dan kita berikan makanan, itu bisa kita lakukan. Saat itu, anggaran pendidikan mencapai 32 persen. Jadi kalau ditanya, apakah saya punya bukti? Lha wong aku yang mbayari. Banyak orang tua yang menulis surat meminta bantuan karena mereka tidak mampu membayar sekolah anak-anak mereka," ungkap Risma, sembari menceritakan bahwa ada kepala daerah yang harus mengeluarkan biaya hingga Rp 3 miliar untuk menebus ijazah siswa.

Ia menyoroti pentingnya pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu. "Kalau orang miskin tidak bisa menebus ijazah karena tidak mampu membayar, bagaimana mereka bisa bekerja? Jadi kalau realisasinya benar, kita bisa melaksanakannya. Jangan khawatir, saya ini mantan Kepala Bappeda, saya tahu di mana pos anggarannya dan tahu di mana uangnya," kata Risma sambil tertawa.

Baca Juga: Armuji Ajak Warga Tambak Dukuh Lawan Kotak Kosong

Risma juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Sebagai mantan Menteri Sosial, ia merasa memiliki pemahaman mendalam tentang karakter anak-anak. "Banyak anak yang melakukan tindakan bully karena mereka tidak paham arti perbedaan. Anak miskin dibully, padahal mereka juga bagian dari bangsa ini sama seperti yang membully," jelasnya.

Menurut Risma, pengembangan karakter dan pemahaman wawasan kebangsaan sangat penting karena Indonesia memiliki lebih dari 2.000 suku dan bahasa. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, anak-anak bangsa berpotensi terpecah belah.

Ia juga mengungkapkan pengalamannya saat menangani eks teroris di Kementerian Sosial, termasuk mereka yang berasal dari Poso. "Ketika mereka sadar, mereka minta kepada saya untuk bersekolah. Namun, saat pertama kali bertemu, mereka meminta untuk mati karena mereka menganggap bahwa mati dalam aksi bom adalah mati sahid," cerita Risma. Oleh karena itu, pendidikan karakter sejak dini sangat penting untuk mengajarkan perbedaan dan kebersamaan.

Baca Juga: Nomor Urut 3: Risma dan Gus Hans Membawa Harapan Baru

Selain itu, Risma memaparkan rencana pendidikan keterampilan dan kompetensi bagi anak-anak, terutama untuk pesantren kecil yang akan diberdayakan dengan model sekolah kejuruan. Sekolah ini akan mencakup kejuruan untuk petani, nelayan, dan profesi lainnya.

"Kita perlu sekolah kejuruan, karena sumber daya alam kita membutuhkan pengelola. Sekolah kejuruan itu sangat penting," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini