politik

Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Karna-Koko, Ketua PU Tuding Hasil Survei Indikator Politik Menyesatkan Publik

Kamis, 26 September 2024 | 11:02 WIB
Ketua DPD Partai Ummat Majalengka, Iding Jaenudin

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Batu baru ini Lembaga survei Indikator Politik merilis hasil penelitiannya terkait elektabilitas dan popularitas Calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka tahun 2024.

Survei yang dilakukan mulai tanggal 8-15 September itu menyebut bahwa Partai Ummat memilih 100 persen memilih pasangan Eman-Dena Jang juga Partai Bulan Bintang.

Ketua DPD Partai Ummat Majalengka, Iding Jaenudin dengan tegas mengkritisi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menyebutkan bahwa seluruh pendukung Partai Ummat di Pilkada Majalengka 2024 memilih pasangan Eman Suherman dan Dena M. Ramdhan.

Menurutnya, hasil survei ini dapat menciptakan persepsi yang menyesatkan publik, karena kenyataannya, Partai Ummat secara resmi mendukung pasangan calon nomor urut 2, Karna Sobahi dan Koko Suyoko.

"Survei ini sangat keliru dan bisa merusak pandangan masyarakat. Kami secara resmi mendukung Karna-Koko, bukan pasangan Eman-Dena. Publik perlu mengetahui fakta yang sebenarnya," ungkap Iding dalam pernyataan resminya, Kamis (26/09/2024).

Iding menyebut simulasi dua pasang calon yang dilakukan oleh Indikator, pendukung Partai Ummat disebut 100 persen mendukung pasangan Eman-Dena.

Mantan kepala desa ini menyatakan, fakta ini bertolak belakang dengan deklarasi resmi Partai Ummat yang berada di belakang Karna-Koko.

Tidak hanya itu, survei juga menyebutkan bahwa dukungan untuk Karna-Koko dari partai lain seperti PBB mencapai 0 persen. Padahal PBB mendukung Karna dan Koko.

"Kami mempertanyakan hasil survei ini. Bagaimana mungkin Partai Ummat yang jelas-jelas mendukung Karna-Koko bisa muncul dalam survei mendukung pasangan lain? Ini sesuatu yang tidak bisa diterima begitu saja," ungkapnya.

Hasil survei semacam ini berpotensi menyesatkan pemilih. Sebab, persepsi yang keliru ini bisa menciptakan kerugian politik bagi partainya.

"Data ini penting, namun harus disampaikan dengan benar dan hati-hati. Jangan sampai survei menciptakan gambaran yang salah di tengah masyarakat," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, survei pada partai dengan elektabilitas rendah, seperti Partai Ummat, harus dibaca dengan hati-hati.

Menurutnya, jumlah sampel untuk partai kecil dalam survei ini sangat kecil, sehingga rentan terhadap margin of error yang besar.

Dia menyebut survei melibatkan 400 responden, dan jika elektabilitas partai di bawah 5%, maka sampelnya menjadi sangat sedikit.

Halaman:

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB