Jakarta, NAWACITAPOST.COM –Pengamat pertahanan dan militer Connie Rahakundini, menyoroti dan menyikapi sikap Amerika dan Barat yang ingin mendepak Rusia di G20 Indonesia. Itu artinya mendikte dan mengganggu kedaulatan negara kita.
Baca Juga : Soal Undangan Kepada Putin di Acara G20, Amerika Tidak Perlu Dikte Indonesia
Terkait itu, Connie tidak melihat pejabat kita bereaksi untuk membela kedaulatan negara Indonesia sebagai pemilik G20 dalam soal kebijakan.
Connie lalu menyinggung, kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando, ia sangat simpati, tetapi kenapa isu Armando besar sekali, sementara isu Presiden dikuyo-kuyo, terkait G20 kita gak bersuara.
“Menurut saya campur tangan negara luar untuk mengatur Presiden Jokowi dan Indonesia, untuk bagaimana bersikap apa? Di G20, itu sudah interfe. G20 itu adalah kelompok yang dibentuk untuk betul-betul urusan ekonomi. Betul ada urusan politik, tapi itu mutlak terkait ekonomi politik,” jelasnya.
Connie menambahkan, bahwa itu menyangkut sistem moneter internasional, Bagaimana mengkaji mendorong stabilitas keuangan? Bagaimana mendorong kemajuan ekonomi internasional? Bagaiamana memecahkan masalah-masalah terjadi yang terkait ekonomi memang ada politiknya?
“Saya mau katakan, Jubir G20 itu dipilih yang cantik muda dan smart, saya bilang itu fine banget top banget, tapi akan lebih top jubir G20 punya jam terbang tinggi, karena ibarat pilot yang bawa pesawat tempur 3000 jam sama pilot bawa pesawat 150 jam itu beda.Yang saya bilang adalah, cantik, muda smart is fine tapi kalau kita tampil diplomat2 ulung yang punya jam terbang tinggi misalnya Pak Martin Natalegawa, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, ia ini lama di Rusia, jadi ia tahu betul,” ujarnya.
Hal terkait lainnya, Ibu dari Audindra, Samantha Azzaria Wahab, Aurelle Allesandra Merkava mengatakan bahwa tugsa seorang jubir, bukan hanya bicara internal Indonesia, tetapi akan ada banyak country terkait G20 nanti. Misalnya Kanada intefe, Amerika interfe, dan itu betul-betul berhubungan dengan bagaiamana sebuah kemampuan atau jam terbang tinggi.
Jadi ada tendensi kita pakai anak muda jadi salah tempat menurut saya kemudian, kenapa ini tidak bisa dihandel oleh diplomat muda atau jubir muda yang bukan diplomat.Pertama ini adalah bagaiamana kedaulatan kebijakan strategi sikap Indonesia terhadap Presidensi kita,
Kemudian ini we are talking about G20, 90 persen produk nasional bruto GNP dunia itu yang lagi kita omongkan, 80 persen perdagangan total dunia, dua pertiga dunia yang kita diskusikan di G20. Dan ini kalau 8 tidak mau hadir karena marah ama Putin, 12 negara akan hadir sama Putin.Kenapa?
Bayangkan kita bicara sama human, kita baru saja meeting dengan Wamenkumham, bayakakan kita bicara tentang human right rakyat Ukraina yang terkait dimiliterisasi oleh Rusia, tetapi apa yang dilakukan dunia terhadap Rusia dengan Sanki ekonomi Sanki diplomatik itu juga bagian dari human right, itu kenapa tidak membuat kita mendorong dan memberikan confiden kepada Presiden Jokowi untuk bersikap seperti Presiden Soekarno tadi.
Artinya kita ini negara non blok. Kedua Ini pelajaran buat kita semua bahwa next pemerintahan 2024 kita harus sepakat national securityb counsul kita sudah ada berperan. National itu harus advisornya ke Presiden terkait ini dan tidak boleh tiga2 menteri atau dua2 menteri dari trium priyat yaitu Mendagri Menlu dan Menhan lahir dari partai.Why? Karena bila itu lahir dari partai, Maka, dia tidak akan menganggap itu penting. Pasalnya, satu dari mereka menganggap ini gak penting, gak akan jalan, urainya.
Ekonomi dan militer itu the founding factors mana yang dihancurkan akan hancur, yang lain terjadi, yang kuat akan kuat yang lain. Nah kalau salah satu menteri lebih mikirin partainya tidak mikirin Presidensi G20 efeknya bisa ke dunia. Ini efeknya besar akan ada perubahan konstalasi yang akan merubah bagaimana dunia ini bergerak dan Regional bergerak. Misalnya antara koneksitas antara Rusia countries, contohnya dengan adanya jalur kereta api. Apalagi dengan adanya perjanjian Rusia, ini akan membawa Iran, India masuk ke kita bersama Rusia dan negara2 Eropa Timur.
Saya bisa bilang begini karena statemen Kemenlu itu Menlu kalau gak Jubir. Lalu diplomat ulung pada kemana? Yang paham betul kita bersikap pada G20, yang dipanggil akademisi, komisi 1DPR. Kok yang biasa ngurusin ini gak dibiarkan bersuara. Sekali lagi kita harus berbicara tentang statemen strategis dari Menlu Menhan dan Mendagri kalau bisa dari Prime Ministry Luhut Binsar Pandjaitan, terkait kebijakan isolasi Amerika dan Barat terhadap Rusia dengan memberikan Sanksi ekonomi yang sebesar-besarnya kepada Rusia.Itu adalah perampokan aset Rusia gila2 an terhadap rakyat Rusia.Itu akan menimbulkan perang baru dan beban itu tidak boleh diberikan kepada Jokowi. Beliau itu ketua G20 bukan UN (PBB).Dan beban ini harus ada di UN bukan dilempar ke Presiden Jokowi, enak banget UN. kalau ini saya sepakat dengan Presiden Ukraina Zelensky yang mengatakan kalau UN tidak sanggup bubarin aja.
Dan ini seperti Bung Karno dulu kalau UN tidak bisa adil sebagai United nations maka dia bukan saja menghancurkan mimpi orang tapi humanity atau kemanusiaan.Makanya kita harus tolak beban yang akan dilemparkan UN ke Jokowi seperti kita menjaga Ade Armando. Untuk itu Amerika dan Barat Harus Hormat sama Ind