Jika kotak kosong menang, Rudy menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri akan menunjuk Pejabat Sementara (PJ) selama satu tahun, sebelum Pilkada ulang dilaksanakan pada 2025.
Baca Juga: Relawan Resik Jatim Dukung Pembangunan Ekonomi Bersama Risma-Gus Han
“Ini adalah kesempatan bagi munculnya calon pemimpin baru yang lebih mampu membawa Surabaya ke arah yang lebih baik,” jelas Rudy.
Rudy berharap warga Surabaya menyadari pentingnya perubahan kepemimpinan yang lebih progresif. Ia mengutip kota Solo sebagai contoh, yang sukses membangun "Tekno Park" untuk mendukung perkembangan teknologi digital di kalangan anak muda.
“Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya terbesar di Indonesia, namun kita tertinggal dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan digital. Eri Cahyadi tidak memiliki visi untuk menghadapi tantangan ini. Kita butuh pemimpin yang lebih progresif,” pungkas Rudy. ***