Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Teka-teki jabatan presiden 3 periode. Sepertinya sirna sudah dan terhenti sebelum sampai di Gedung MPR (DPR plus DPD).
Baca Juga : Pasangan Prabowo Subianto – Puan Maharani Menuju Pilpres 2024 Semakin Mantap
Terkait pertanyaan Presiden Jokowi ke para 4 Menteri itu. Mengingatkan pada 18 tahun lalu, saat Presiden RI ke-6 Megawati bertanya hal sama ke dua menteri. Mensesneg kala itu, Yusril Ihza Mahendra menjawab siap maju, sedangkan Menkopolhukan SBY saat itu, menjawab tidak, tetapi malah memproklamirkan diri maju. Itulah yang membuat keduanya kini berbeda dalam sapaan serta pertemuan yang dingin.
Kembali tentang 3 Periode bisa terhenti. Jawabnya, ketika Presiden mengumpulkan para menteri. Dan bertanya khusus kepada 4 menteri soal maju pilpres Pebruai 2024 : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno jawaban ketiga sama, maju, sedangkan Menhan Prabowo menjawab, "Kalau ada izin bapak." Maksudnya Jokowi.
Baca Juga : Miliki Saham Politik yang Kuat, Duet Prabowo-Puan Bisa terwujud di Pilpres 2024
Mari kita tilik dan telaah 4 menteri dan Ketua DPR itu. Airlangga, dan Prabowo punya keuntungan lebih, yaitu punya tiket. Tentu keduanya perlu berkoalisi dengan siapa saja, sebab masing-masing partainya itu tak memenuhi syarat Presiden Treshold atau ambang batas presiden 20 persen suara nasional dan 25 persen kursi DPR. Namun, itu setidaknya modal awal yang mumpuni.
Sementara Erick dan Sandi, harus mencari tiket ke partai-partai atau dilirik partai. Sebab dua orang ini, bukan pengurus partai apalagi ketua umum partai.
Jika nama-nama itu yang ditanyai Jokowi. Maka peluangnya, mungkin hanya ada pada, Airlangga (Golkar), dan Prabowo (Gerindra). Karena, keduanya punya tiket pilpres.
Prabowo jika jadi Capres 2024 untuk ketiga kalinya ikut dalam pesta Pilpres, sedangkan Airlangga baru pertama kalinya ikut ajang pilpres.