politik

Viral Soal Pindah Dukungan PAC-PAR PDIP Di Majalengka Tarsono: Cara Kebohongan Masih Dipakai

Sabtu, 14 September 2024 | 15:55 WIB
Sekretaris DPC PDIP Majalengka Tarsono D Mardiana

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Tengah menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat terkait viral nya video deklarasi pengurus pimpinan anak ranting PDIP di Majalengka yang mendukung kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati lainnya.

Menindaklanjuti hal itu, Sekretaris DPC PDIP Majalengka Tarsono D Mardiana mengatakan bahwa pihaknya menilai soal video yang sedang viral adalah kebohongan yang sengaja dibuat.

"Memang sudah kesekian kali tim sebelah pakai gaya-gayanya gaya-gaya lama, Ortodok dan tidak etis menurut kami," ungkap Tarsono D Mardiana, Sabtu(14/09/2024).

Tarsono mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengecekan dilapangan melalui tim nya, terkait video tersebut tidak benar adanya.

"Karena sudah sangat jelas dan ketahuan berdasarkan bukti yang ada, yang terakhir di panongan saja, sangat gamblang dan jelas. Ada emak-emak yang ngaku pengurus PDI perjuangan, pindah dukungan ke pihak sebelah," ungkapnya.

Mantan Wakil Bupati Majalengka itu menegaskan bahwa pihaknya yang terdapat dalam video viral tersebut bukan merupakan pengurus dari PDIP.

"Jelas itu kebohongan, karena di SK Ranting PDI Perjuangan Desa Panongan, tidak ada satu orang pun pengurus ranting, itu perempuan. Sehingga jelas itu adalah kebohongan, itu adalah rekayasa, itu adalah syarat-syarat yang tidak etis, syarat-syarat yang kasar, syarat-syarat yang tidak bermoral untuk meraih kemenangan," tegasnya.

Mengingat hal itu, Tarsono menyampaikan masyarakat hari ini sudah cerdas dan mampu membedakan antara yang benar dan tidak.

"Insyaallah kami percaya masyarakat Kabupaten Majalengka, masyarakat yang dewasa, masyarakat yang cerdas, dan tahu persis pemimpin yang mana yang harus dipilih," tegasnya.

"Menurut kita ayo mari bersaing secara positif, menarik simpati masyarakat dengan tidak mesti membuat kebohongan publik. Jadi sangat jelas, ya silakan masyarakat Majalengka memilih, mana pemimpin yang memang pantas untuk dipilih, mana yang tidak. Mari kita bertanya, apakah pemimpin yang merekayasa dengan membohongi publik layak dipilih? Ya silakan saja. Jadi kami tidak akan melakukan cara-cara seperti itu," jelasnya.

Semaraknya Baligo dan spanduk Paslon lain dihampir semua wilayah Majalengka, Tarsono menyampaikan pihaknya akan sama sama menjaga ketertiban serta bersaing secara baik.

Akan tetapi, sampai saat ini, Tarsono menambahkan Paslon Karna Sobahi-Koko Suyoko yang diusung oleh PDIP, PKS, PU, PBB, Perindo, PKN dan Partai Buruh itu mengaku banyak mendapatkan serangan kampanye hitam.

"Walaupun sekarang banyak Baligo banner, punya sebelah, ya silakan saja, akan kami rawat dan yuk mari kita jaga bareng-bareng. Tapi tolong, dari awal kita PDI Perjuangan diobok-obok terus, di Fitnah terus, sekarang juga rekayasa lagi, ya silakan," ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut Tarsono, PDIP dan tim koalisi terus melakukan pergerakan ditengah masyarakat untuk memenangkan Pilkada Majalengka yaitu pasang Karna Sobahi-Koko Suyoko.

Halaman:

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB