politik

Dipanggil KPK, Kader Demokrat Mangkir

Rabu, 30 Maret 2022 | 13:55 WIB
Saat ditangkap BNN karena Nyabu, Andi Arief masih Wasekjen Demokrat, kinia Ketua Bappilu (atas). Eks Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud yang juga Ketua DPC PPU ditangkap KPK, dan gagal jadi Ketua DPD Demokrat Kaltim (bawah). Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Alasan KPK memanggil Ketua Bappilu Partai Demokrat tentu didasarkan pada keterangan eks Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud, sekaligus  Ketua DPC Demokrat PPU dan telah ditangkap serta ditahan oleh lembaga anti rasuah.

Baca Juga : Jokowi Kalungi Juara Dunia Motor GP, SBY Dapat Medali Pertandingan Voli di Bogor


Jadi tak mungkin KPK sebagai lembaga yang punya kewenangan khusus dalam bidang korupsi memanggil saksi, tersangka dan terkait lainnya tanpa berdasarkan keterangan jelas dari orang yang telah ditahan oleh lembaga yang dibentuk era  Presiden Megawati ini.

Tragis dan ironisnya, Andi Arif yang pernah jadi komisaris PT Pos Indonesia di tahun 2008 ini melakukan perlawanan hukum alias mangkir dari panggilan tersebut.

Padahal surat resmi sesuai SOP pemanggilan sudah dilayangkan ke alamat rumahnya. Itu pun hanya sebagai saksi. Bagaimana kalau pemanggilan sebagai tersangka?

Yang ada dan terjadi. Eks Aktivis SMID dan pernah nyabu serta ditangkap dan  ditahan BNN disebuah hotel di kawasan Jakarta ini, malah menantang dan akan memanggil balik Plt Jubir KPK Ali Fikri ke sekretariat Demokrat.

Yang jelas dan pasti antara eks Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud dan Andi Arief adalah sama-sama kader Demokrat. Abdul ditingkat daerah, Andi di pusat.

Kabar yang berkembang. Abdul ini tak puas hanya sebagai ketua DPC. Ia ingin menjadi Ketua DPD Provinsi Kaltim. Kebetulan, Musda tingkat provinsi Kaltim akan digelar.

Nah, untuk memuluskan langkahnya itu. Abdul menghubungi Andi sebagai Ketua Bappilu Tujuannya, bagaimana Abdul bisa menjadi ketua DPD Demokrat Kaltim.

Andi pun meminta syarat-syarat yang harus dipenuhi. Mungkin syarat-syarat itu yang menjadi dasar Andi dipanggil KPK.

Kabar miring tentang Andi bukan hanya terjadi saat Abdul mau jadi Ketua DPD Demokrat, tetapi di pilkada 2020. Dugaan peran Andi untuk calon kepala daerah tingkat satu dan dua yang diusung atau berpasangan dengan Demokrat, ada syarat yang harus dipenuhi. Itu hanya Andi dan cakada saja yang tahu.

Seperti bisanya Andi teriak, tak pernah terjadi itu, dan tak ada bukti soal syarat-syarat tersebut.

https://youtu.be/r6lUelih3Oo

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB