Jakarta, NAWACITAPOST. COM - politikus Gerindra Arief Poyuono mengatakan, kelangkaan dan harga minyak goreng masih menjadi persoalan yang belum selesai hingga saat ini.
Menurut Arief Poyuono, salah satu BUMN yakni, PT. Perkebunan Nusantara III (persero) atau PTPN adalah salah satu penghasil Crude Palm Oil (CPO).
Namun demikian, Arief Poyuono , menjelaskan meskipun pemerintah mengklaim stok minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) baru Rp 11.500 -Rp 14 ribu per liter, tetapi masyarakat masih sulit mendapatkan minyak goreng.
Dia mengaku miris karena Indonesia sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, memiliki harga minyak goreng yang mahal, bahkan produknya sendiri juga langka.
"Sekarang gini aja CPO nya PTPN diolah sama pabrik Migor swasta, bayar biaya pengolahannya, trus migor dijual murah.. kelar deh persoalan harga Minyak Gorengor, kayak begitu kok repot ya...nah itu namanya negara hadir ditengah masyarakat, bukan malah menteri perdagangan malah nyalahin presiden Jokowi karena program biodiesel ,nah ini PTPN juga ekspor CPO..begitu aja kok repot ya ngurus minyak goreng yang saat ini langka dan mahal," bebernya.