politik

Tegas Mengkritik Kinerja Anies Baswedan, PSI Meraih Popularitas Tinggi

Senin, 7 Februari 2022 | 16:04 WIB
Gubernur Jakarta Anies Baswedan Vs Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Partai wong cilik atau dikenal dengan PDI Perjuangan ini, dari pileg ke pileg tetap berada di dua urutan terbesar. Bahkan tiga kali menjadi partai nomor satu di Pileg 1999, 2014 dan 2019. Sisanya 2004, 2009 berada pada urutan nomor dua.

Baca Juga : Anas Urbaningrum Ajak Debat Terbuka ke Eks KPK Yang Menjeratnya, Cikeas -SBY Ketakutan


Partai ini telah menghantarkan Megawati Soekarnoputeri sebagai Wakil Presiden dan Presiden, serta Jokowi untuk dua periode (2014 -2019 dan 2019 -2024). Menjadi Menteri, terpilih Gubernur, Bupati maupun Walikota diberbagai daerah tak terhitung banyaknya dari PDI Perjuangan.

Hal sama juga dialami Partai Gerakan Indonesia Raya. Partai besutan Prabowo Subianto, walaupun di awal-awal ikut Pileg tak berada di urutan tiga besar, malah kabarnya pernah berada diurutan kedua terbawah sebelum Hanura.

Dua pemilu legislatif terakhir : 2014 dan 2019, Gerindra mendongrak naik di urutan tiga besar. Pernah Cawapres 2009, Capres 2014 dan 2019. Kini oleh Presiden Jokowi dipilih menjabat Menteri Pertahanan.

Boleh dibilang duet Jokowi - Prabowo di eksekutif. Menghasilkan keputusan negara yang penting. Biasanya, macet di DPR bisa teratasi. Sebut saja, UU Ibukota Negara Baru, Omnibuslaw dan UU TPKS, dan Rancangan UU penting lainnya.
Kedua partai di atas tersebut. Memiliki ikon yang tak tergantikan. Yaitu Megawati dan Prabowo.

Sementara Partai Golkar. Tak punya ikon, tapi memiliki basis massa dukungan yang fanatismenya terawat baik, terutama di kalangan pedesaan. Walaupun tak berada di nomor satu, tetapi selalu masuk dua dan tiga besar pileg ke pileg. Pernah menghantarkan Wiranto sebagai Capres melalui konvensi partai Golkar.

Yang mengejutkan, dan boleh dibilang spektakulernya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang digawangi anak muda, baru ikut pileg di 2019. Walaupun tak masuk Senayan, tetapi di Jakarta legislatornya berada di 5 besar. alasannya, kata survei CPCS, PSI kerap mengkritik kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta yang amburadul.

Bahkan menurut Survei Center for Political Communication Studies (CPCS) yang telah melakukan survei selama periode 21 sampai 31 Januari 2022. PSI akan berada di Senayan pada 2024. Yang mana akan melewati ambang batas parlemen (Parlemen Treshold) sebesar 4 persen, sementara CPCS memprediksi PSI 5,1 persen untuk Pileg 2024.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB