Jakarta, NAWACITAPOST- Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komoruddin menilai Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2021 tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan politik terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Ujang menyebutkan, setiap ormas besar terlebih yang mempunyai barganing position cukup kuat seperti NU, seperti kepentingan politik.
“Karena politik itu kan soal kekuasaan, soal kepentingan, jadi kalau Muktamar NU tidak ada kaitannya dengan politik itu tidak tepat. Karena kita tahu kalau Muktamar NU justru menjadi penting salah satu menjadi kunci masuknya terkait persoalan Pilpres 2024,” kata Ujang kepada Nawacitapost.com, Senin (13/12/2021).
Menurut dia ini terjadi seperti majunya Alm Hasyim Muzadi menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada 2004.
“2004 yang lalu kita tahu misalkan, ketua PBNU ya,Alm, Hasyim Muzadi itukan menjadi cawapres. Artinya Muktamar NU kali ini juga menjadi penting. Sehingga awal mula kontestasi politik yang akan ,masuk di tahun politik,” ujarnya.
Diketahui, Muktamar NU akan memuat agenda penting tekait pemilihan ketua umum serta pergantian kepengurusan. Pasalnya posisi Ketum PBNU strategis pada struktur pemerintahan.
Seperti Saiq Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU yan juga menjabat sebagai Komisaris Utama KAI.
Menurut dia, melihat hal itu tidak menampik kemungkinan posisi Ketum PBNU cukup menjadi daya tarik. Selain posisi strategis dalam pemerintahan, Ketum PBNU menentukan kepemimpinan regenarasi PKB.
“Pertarungan pemilihan Ketum PBNU juga berpengaruh terhadap kepemimpinan di PKB juga . Oleh karena itu siapa yang menang juga akan menentukan siapa Ketum PBNU kedepan,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya PBNU telah memutuskan penyelenggaraan ke-34 NU digelar pada 23-25 Desember 2021 di Bandar Lampung.