Baca Juga : Arya Sinulingga Menghambat Program Nawacita Presiden Jokowi
Sebelum Fadjroel memangku jabatan Jubir. Mantan jubir KPK Johan Budi pernah diposisi Fadjroel. Kini Johan menjadi anggota DPR RI (2019 -2024).
Baca Juga : Kecam Cara Ahok, Arya Sinulingga Tidak Mendukung Program Nawacita Presiden Jokowi
Pemanggilan dirinya oleh Presiden Jokowi ke istana. Agendanya menyiratkan hal tersebut. Tentu bukan untuk memangku posisi sebagi jubir lagi. Johan Budi hanya dimintai pendapat, terkait kriteria atau mungkin sosok yang tepat untuk jabatan jubir Presiden yang masih kosong tersebut. Walaupun sempat juga dikaitkan dengan hembusan isu, adanya reshuffle diakhir tahun ini. Info tersebut tak bisa ditampik.
Baca Juga : Ahok Jalankan Butir Keempat NAWACITA Presiden Jokowi
Kembali ke posisi jubir presiden yang kosong. Sederet nama di kementrian, yang kini masih menjadi jubir di kabinetnya masing-masing. Mungkin layak diajukan, syukur-syukur terpilih.
Sederet nama, dari tiga kementrian berlatar belakang aktivis, tepat untuk disodorkan. Sebut saja Daniel Simanjuntak, posisinya kini sebagai Jubir Menhan, Faldo Maldini Jubir Mensesneg, dan Arya Sinulingga Jubir Menteri BUMN. Kedua nama pertama kemungkinan bisa menjadi pilihan. Selain muda dan potensial. Keduanya bisa menjadi tahu seluk beluk lawan yang selalu memojokan Jokowi. Pasalnya kedua sempat bergabung di barisan pendukung Prabowo Subianto saat Pilpres 2009.
Sementara nama terakhir. Selain tak mengenal dan cara menghadapi serangan-serangan berupa pernyataan dari lawannya Jokowi. Juga penuh dengan berbagai hal yang boleh dibilang penuh tanda tanya. Terlepas dari itu juga, ia memang sempat berada dibarisan pendukung Jokowi saat Pilpres 2019, lalu ia dipilih Erick Thohir (saat itu ketua tim kampanye Jokowi -Maruf Amin), serta bantuan tersembunyi Hary Tanoesoedibjo menjadi Jubir Menteri BUMN.
Kabar terakhir, ia berdebat dan berujung sindirian pedas ke partnernya Jokowi kala memimpin Jakarta, yaitu Ahok. Gegara transparansi diduga berbau tak sedap, yang disampaikan Ahok ke publik, yang kata Arya harus disampaikan di lembaga terkait dalam hal ini Pertamina.
Sehingga, jika ia dipilih sebagai Jubir Presiden, kemungkinan akan mengundang resistensi dari netizen. Dan, seperti biasa Jokowi tak mau gerbongnya dihujani oleh serangan dari netizen. Atau dengan kata lain, Arya tak masuk hitungan menjadi Jubir Presiden.