Jakarta, NAWACITAPOST - Generasi milenial memiliki banyak peluang untuk maju di pemilu 2024 mendatang, dan hal ini berpotensi banyak dilirik masyarakat. Hal ini dibahas pada talkshow politik bertemakan “Peluang Caleg Milenial dalam Pemilu 2024” yang diselenggarakan oleh NawacitaTV bersama Formappi, di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Senin (29/11).
Dialog yang membedah peluang caleg milenial ini menghadirkan empat pembicara, Zulfikar Arse Sadikin S.IP., M.Si., adalah anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar dan Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Golkar, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa, Furqan AMC aktivis 98, jubir dan Direktur Propaganda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) , dan Lucius selaku peneliti Formappi.
Zulfikar menjelaskan, 2024 mendatang, adalah momentum partai Golkar untuk meregenerasi. Airlangga Hartanto selaku ketua umum Golkar juga bertekad untuk memberi kesempatan kepada generasi milenial untuk mendapatkan kursi di pemilu mendatang.
“Kedepan yang perlu dilakukan, pihak milenial harus mau dan mampu untuk terjun ke politik, biasanya di awali dengan apakah ia aktif di organisasi kampus ataupun akti sebagai pegiat pemilu, biasanya awal recruitment kita dari sana,” ujar Zulfikar.
Menurut data yang dimiliki Formappi, Lucius menjabarkan, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi caleg milenial. Pertama, ruang yang diberikan partai politik, apakah ruang yang diberikan benar adanya atau hanya sebatas kampanye.
“Misalnya pada suatu partai politik, didaftar calegnya banyak generasi milenial, namun apakah ini hal yang akan dijual oleh partai politik saat kampanye?,” ucap Lucius.
“Komitmen itu nampaknya, milenial masih cenderung dianggap sebagai komoditi. Bahwa kemudian yang berhasil lolos dalam pemilu adalah orang-orang yang masih berkerabat dekat dengan pejabat,” tambahnya.
Terkait isu korupsi atau tidaknya calon caleg milenial maupun pengurus partainya, Zulfikar menjelaskan, Golkar menyiapkan calon kader mudanya dan pengurus partainya sangat ketat. Dengan adanya Golkar Institut yang dipimpin generasi muda, Golkar meyakini para calon kadernya ialah aktifis di segala bidang dan merupakan wajah baru di Golkar.
“Dengan adanya bantuan biaya dari negara, Golkar gunakan bantuan itu untuk melakukan penyidikan politik baik di pusat maupun daerah,” tegas Zulfikar.