politik

Tidak Ada Manfaat Bagi NU dan Islam, Yusril Sebut Pernyataan Menag Yaqut Bikin Gaduh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:05 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atas eksistensi Kementerian Agama yang menyebut Kemenag adalah hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU) merupakan kliam yang tidak berdasar.

“Saya tunjukkan link Sejarah Kementerian Agama di web Kementerian Agama Sendiri. Apa yang ditulis di situ, hemat saya mendekati kebenaran sejarah pembentukan Kementerian Agama,” cuit Yusril di akun Twitternya @Yusrilihza_Mhd) dikutip Selasa (26/10/2021).

Yusril menegaskan bahwa pernyataan Yaqut sama sekali tidak ada nilai manfaatnya, bahkan bagi NU atau nahdiyin sekali pun, kecuali hanya membuat kegaduhan.

“Ucapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas tentang Kemeng bukan’hadiah’kepada umat Islam pada umumnya, tetapi hadiah khusus untuk NU hanya bikin gaduh saja. Ucapan seperti itu tidak ada manfaatnya bagi kemaslahatan umat Islam dari ormas manapun juga,” tulis Yusril.

Yusril mengaku bahwa pernyataan Yaqut bertolak belakang dengan tugas Kemenag.” Kalau kita gunakan istilah zaman Order Baru dulu, ucapan Menag itu dapat mengganggu kerukunan internal umat beragama. Padahal salah satu tugas Kementerian Agama adalah menjaga dan memelihara kerukunan internal dan antar umat beragama,” cuit Yusril.

Pernyataan Kemenag Yaqut Cholil Qoumas

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Kementerian Agama yang saat ini dia pimpin adalah milik semua agama. Kemenag didirikan sebagai bentuk kehadiran memfasilitasi kepentingan umat beragama.

Menurut Menag, Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler. Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila yang masyarakatnya sangat menjunjung nilai-nilai agama. "Maka, kehadiran Kemenag logis, sebagai bentuk fasilitasi negara terhadap umat beragama untuk menjalankan ajaran agamanya," ujar Menag di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

"Kemenag milik semua agama dan harus memfasilitasi semua agama," sambungnya.
Menag juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk satu ormas keagamaan. Buktinya, kata pria yang juga akrab disapa Gus Yaqut, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama dan ormas keagamaan.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Agama tidak hanya Islam, ormas juga tidak hanya NU saja,” jelas Menag.

Dijelaskan Menag, di Kementerian Agama ada 11 satuan kerja setingkat Eselon I. Ada Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) yang memfasilitasi umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Selain itu, ada juga Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu.

Untuk Pejabat Eselon I yang beragama Islam juga merepresentasikan sejumlah ormas, baik NU, Muhammadiyah, termasuk juga profesional.

"Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag dari kalangan profesional,” jelasnya.

"Jadi, Kemenag itu memfasilitasi semua agama dan ormas keagamaan," tandasnya.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/news/2021/09/28/gebyar-akhir-tahun-nawacita-tv-gelar-kompetisi-berhadiah-jutaan-rupiah/

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB