Jakarta, NAWACITAPOST- Perseteruan kubu Moeldoko dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum selesai. Juru Bicara Demokrat KLB Demokrat Moeldoko, Muhammad Rahmad membongkar kebohongan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Rakyat terkaget-kaget menyimak pernyataan resmi DPP Partai Demokrat kubu AHY yang mengatakan Megawati (Presiden RI-5) menggulingkan Presiden Gus Dur (Presiden RI ke -4). Pernyataan resmi yang disampaikan langsung Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra ,” kata Rahmad, Rabu (6/10/2021).
Rahmad mengaku bahwa diyakininya bertanya-tanya menyikapi pernyataaan Herzaky itu. Dia curiga yang disampaikan kubu AHY itu tidak benar. Tagline konfrensi pers kubu AHY, yakni”Demokrat Berkoalisi Dengan Rakyat” itu disinggungnya saat SBY maju Pilpres 2004 yang menumpang di Partai Demokrat, aneka kebohongan dinilai sudah terasa lazim dilakukan ayah AHY itu,” ujarnya.
“Tahun 2003 itu SBY menyatakan loyal pada Presiden Megawati dan tidak maju sebagai Capres ternyata SBY berbohong ke Presiden Megawati. SBY menggunakan siasat terdzolimi dan maju Pipres mengalahkan Presiden Mengawati,” ucapnya.
Selain itu, kebohongan fundamental lainnya adalah soal pendiri Partai Demokrat, dia mengatakan SBY tidak terlibat sebagai pendiri Partai Demokrat pada 2001. Tetapi, pada Mukadimah AD/ART Partai Demokrat kongres 2020, SBY menjadi founding father bersama Ventje Rumangkang dan menghilangkan 98 founding father lainnya.
Menurut dia hal itu adalah sebuah kebohongan yang mungkin akan berubah karman untuk SBY dan keturunannya.
Dia juga menjelaskan pihaknya akan bertanya ke internal PDIP dan Gusdurian untuk membuktikan apakah pernyataan kubu AHY itu benar atau tidak.
“Herzaky tentu asal bicara . Kami tahu betul bahwa SBY sangat ketat dan sangat teiliti dalam memiliki dan menunjuk seseorang untuk jadi juru bicara partai ,” ujarnya.
Tahun 2021, Rahmad menjelaskan SBY melakukan seleksi khusus untuk menentukan seseorang menjadi juru bicara partai. Bahkan calon juru bicara partai itu dibekali terlebih dahulu dengan Pendidikan khusus yang dikemas dalam public relations courses sealam seminggu lebih di Cipanas , Jawa barat.
Walaupun pada Selasa (5/10/2021) Herzaky meralat ucapannya dan mengaku salah ucap. Namun apa yang disampaikan itu dinilai tidak bisa dianggap main-main.
” SBY atau AHY harus menjelaskan kepada masyarakat Indonesia terkait pernyataan resmi DPP asuhan SBY yang menyebut Megawati menggulingkan Gus Dur, yang diwakili oleh Herzaky sebagai jubir,” ucapnya