Jakarta, NAWACITAPOST- Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman mengecam orang-orang yang gencar memprovokasi terkait Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Ini yang perlu disampaikan kepada seluruh masyarakat. Jangan karena ada kepemimpinan politik, kepentingan pribadi, karena frustasi dan sebagainya, akhirnya menggunakan medsos untuk memprovokasi ,” kata Dudung.
Dudung menyebut bahwa orang-orang yang memprovokasi itu adalah menyerupai gaya PKI zaman dulu.
Dudung mengungkapkan, efek yang ditimbulkan akibat provokasi itu yang terjadinya saling curiga dan saling menyalahkan.
“Jadi apapun yang kita lakukan akan tidak akan benar,” ujarnya.
Dudung juga menjelaskan bahwa sebagai banteng pertahanan negara sangat solid menghadapi beragam ancaman ideologi. Baik dari ekstrem kiri dan ekstrem kanan yang berupaya mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Seperti diketahui sebelumnya, Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa TNI telah disusupi ideologi komunis. Hal itu terlihat adanya indikasi hilangnya catatan paling kelam dalam sejarah Indonesia yaitu GS30 PKI.
Kecurigaan itu muncul setelah adanya bukti hilangnya patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) dari Museum Kostrad.