Baca Juga : Ngemis ke PDIP, PKS Khawatir Tinggal Nama di Pemilu 2024
PKS sadar dengan cara umum atau menjual program bagus untuk rakyat sudah tak bisa dilakukan. Apa sebab, pemilih sudah sadar dan tahu cara yang dilakukan Partai ini hanya lips service dan mementingkan kelompoknya. Jualan agama tertentu menjadi jargon utama dan itu benar-benar diwujudkan dalam kiprahnya di partai dan lembaga legislatif dengan segala cara.
Maka, cara yang bisa dilakukan adalah program solidaritas tiga pihak. Program itu saran bagi kader yang mampu untuk berpoligami dengan janda. Atau bisa saja ada sponsornya untuk berpoligami. Tujuannya jelas menambah jumlah suara di Pileg 2024.
Ternyata aturan itu ada diprogram partainya, yang tercantum dalam program partai UPA di poin 8 yang berbunyi: Anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu mengutamakan pilihannya kepada aromil dan awanis.
Program tersebut juga dibenarkan Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, Surahman Hidayat. Alasannya poligami sudah diatur dalam agama dan dilakukan oleh Rasul.
Memang, PKS lagi didera jumlah kader yang tak beranjak hanya berada di papan tengah dari pemilu era reformasi ini. Apalagi setelah terbentuknya Partai Gelora yang dimotori para eks pentolan elit PKS. Maka, program poligami dengan menikahi janda setidaknya bisa membantu kenaikan suara.
Mungkin itu pikiran yang sedang dibangun oleh para elit PKS. Sehingga bisa diduga Pengurus PKS dari tingkat pusat dan daerah bukan lagi diwajibkan poligami, tetapi sudah dilakukan.