Baca Juga : Tak Dimasukan Dikabinet Presiden Jokowi, Demokrat Dan PKS Lontarkan Kemunduran Demokrasi
Sebagai tuan rumah dua kali pertemuan PKS, PDIP pun melakukan hal yang sama. Sederet elit struktur Partai Banteng Moncong Putih yang dikoordinir Sekjen Hasto Kristiyanto sigap menyambut tamu partai tersebut.
Sebagai tamu, PKS pun bernarasi dengan jargon-jargon pujian. Bung Karno bapak bangsa, yang bukan hanya dimiliki PDIP tetapi seluruh rakyat Indonesia, termasuk PKS. Kemudian ucapan berbalut kepalsuan didendangkan dengan tiupan nyaring, yaitu semangat nasionalisme dan religiusitas.
Sebenarnya kunjungan PKS itu, berharap banyak bisa bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputeri. Sayang, keinginan itu tak pernah terwujud di dua kali pertemuan. Pertanyaannya kenapa harus bertemu ibunya Puan Maharani?
Ada sejumlah alasan kuat yang mendasarinya. Megawati punya hak prerogatif penuh untuk pencalonan capres dan cawapres, termasuk Pilkada. PKS sadar apa yang dititahkan Megawati kepada para kader dan struktur elit partai menjadi kekuatan PDIP yang selalu diperhitungkan.
Mencoba menganalisa lebih dalam. Kenapa Megawati belum mau ketemu PKS. Ada sejumlah alasan yang perlu dicatat. PKS saat berada di pemerintahan (era SBY) selalu menggaungkan narasi-narasi yang melemahkan semangat Bung Karno. Itu bisa ditelusuri. bagaimana PKS begitu ngotot menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Bahkan, kala itu PKS selalu berseberangan dengan PDIP dalam hal-hal kebijakan strategis.
Jika, kali ini PKS ingin mengubah citranya melalui pendekatan ke PDIP, orang nomor satu PDIP mengijinkan, tetapi tidak dalam mengambil keputusan. Lebih dari itu, jangan berharap bisa bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputeri.