Baca Juga : Marinus Gea Persiapkan Kader Terbaik Kepala Daerah di Kepulauan Nias 2024
Suami dari Yanti K Isfandiary ini jiwa organisasinya tersalur dan terasah sebagai Wakil Ketua OSIS dan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Makanya, ayah dari Adanti, Ravindra, Audi, Dines, Bianda, Latascha, Maisara dan Natalie, begitu lulus dari kampusnya didaulat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ketua Dewan Pembina PII.
Melaju terus dalam jalur keilmuan, tetapi lebih melayani rakyat. Terpilih sebagai wakil rakyat (2004 - 2009), malah ditunjuk sebagai Ketua Komisi VII DPR RI (2006-2009) membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek.
Di Partai Golkar sendiri pernah menjabat Wakil Ketua Bendahara, dan kini Ketua Umum (2017 - sekarang). Masuk kabinet Jokowi -Jusuf Kalla sebagai Menteri Perindustrian, dan kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju (2019 -2024). Bahkan untuk penanganan Covid diluar Jawa - Bali, pengagum ajaran Mahatma Gandhi ini menjadi Koordinatornya.
Bukan basa - basi, tetapi ketulusannya mengagumi tujuh (7) ajaran tokoh dari India terpatri dalam jiwa dan sanubarinya : Pertama Kaya Tanpa Bekerja. Kedua Kesenangan Tanpa Kesadaran. Ketiga Pengetahuan Tanpa Karakter. Keempat Bisnis Tanpa Moral. Kelima Ilmu Tanpa Kemanusiaan. Keenam Penghargaan Tanpa Pengorbanan. Ketujuh Politik Tanpa Prinsip.
Namun, pria yang mendapat empat penghargaan dari Asean, Australia, Singapura dan Pemerintah Indonesia, soal ketaatannya sebagai muslim tak bisa tergantikan dengan apapun.
Bagi AH kiprah buat NKRI terus digemakan dan dilakukan. Asal itu untuk rakyat. Bahkan soal kedekatannya dengan Presiden Jokowi hanya sebatas pada kerja, kerja dan kerja. Sehingga, terlepas dari itu, bisa dibilang AH adalah salah satu calon pemimpin masa depan NKRI.