NAWACITAPOST.COM - Tiga budayawan Nganjuk yakni Kung Teguh Kung Danuji dan Cak Yayat, berbagi pandangan mereka tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 dalam sebuah diskusi Podcast yang dilakukan di Baduk, Jalan Warujayeng - Nganjuk, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (2/7/2024).
Pantauan wartawan Nawacitapost.com ketiga budayawan tersebut sepakat bahwa Pilkada serentak bukan hanya sekedar proses politik, tetapi juga sebuah peristiwa budaya yang penting bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Jelang Pilkada Muncul Pertanyaan, Masih Adakah Bupati Yang Baik ??
Mereka mengajak masyarakat untuk mengambil bagian aktif dalam proses demokrasi ini dengan penuh kesadaran akan nilai-nilai keberagaman, persatuan, dan keadilan yang menjadi landasan kuat bagi negara Indonesia yang berdaulat dan pluralistik.
Mereka juga mengatakan bahwa Pilkada bukan sekadar proses politik, tetapi juga sebuah wahana untuk memperkuat kesatuan bangsa dan memperkuat nilai-nilai demokrasi.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat M Nasikul Koiri Abadi Caleg Terpilih di Dapil IV Nganjuk
Dalam menghadapi Pilkada, mereka mendorong masyarakat untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok, demi terciptanya tatanan sosial yang lebih inklusif dan harmonis.
Kung Teguh, seorang budayawan menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Pilkada.
Ia menekankan bahwa Pilkada adalah momentum penting bagi warga untuk memberikan suara dalam menentukan pemimpin daerah mereka.
Baca Juga: Sembilan Nama Muncul di Bursa Pilbup Nganjuk, Budayawan Buka Suara
"Pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab kolektif dapat memberikan kontribusi positif dalam proses demokrasi lokal," ungkapnya dengan nada humoris.
Sementara itu Kung Danuji yang juga seorang budayawan, menyoroti pentingnya mempertahankan identitas lokal dalam konteks Pilkada.
Baca Juga: Setelah Dapat Rekom dari DPP PKB, Gus Ibin dan Aushaf Kembali Terima Rekom dari Salah Satu Partai
"Setiap daerah memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang perlu dijaga dan dihormati dalam setiap proses pemilihan kepala daerah dan juga menekankan pentingnya dialog lintas budaya dan harmoni antar etnis dalam konteks perbedaan kultural di Nganjuk," ujarnya pada obrolan yang humoris.