Jakarta, NAWACITAPOST- Kekayaan Anies Baswedan meningkat hampir tiga kali lipat setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama tiga tahun Kekayaan itu tertuang dalam harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan Anies ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anies dilantik menjadi Gubernur DKi Jakarta pada 16 Oktober 2017 lalu.Ditahun 2017 Anies melaporkan total harta kekayaannya mencapai Rp 5.819.545.840
Menyikapi hal itu, politisi Ferdinand Hutahean menilai bahwa hal yang wajar jika sebagai Gubernur selama 3 tahun memiliki kekayaanhampir tiga kali lipat.
“Menurut saya angka kekayaan Anies Baswedan tersebut wajar saka sebagai Gubernur, apalagi dalam 3 tahun bertambah hampir 3 kali lipat itu wajar. Saya justru aneh dan curiga, benarkah pertambahan harta Anies sebagai Gubernur ganya sebesar itu?,” kata Ferdinand .
Ferdinand mengaku bahwa laporan kekayaan yang dibuat Anies Baswedan adalah pencitraan politik agar terlihat penambahan kekayaan Anies masih dalam koridor yang wajar.
“Saya justru curiga laporan kekayaan itu dibuat jadi pencitraan politik supaya terlihat penbahan kekayaannya dalam koridor wajar bahkan terkesan dibawah standar,” ucap Ferdinand kepada NAWACITAPOST, Jumat (10/9/2021).
Menurut dia, untuk sekelas Gubernur Jakarta, penambahan sebesar itu justru tak masuk akal.
“Kenapa tidak masuk akal? Biaya Operasional Gubernur sangat besar bahkan bisa sekitar Rp 5 miliar perbulan, belum lagi tunjangan-tunjangan lain dan fasilitas-fasilitas lainnya yang didapat. Jika biaya operasinal saja bisa Rp. 5 miliar sebulan artinya setahun Rp 60 miliar, masa iya habis semua? Nah itulah yang saya sebut justru penambahan itu aneh dan tidak normal hsnya terlihat wajar demi pencitraan politik.,” ujarnya.
Dia meminta agar KPK dan PPATK untuk memeriksa dan menelusuri harta kekayaan Anies Baswedan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Saya justru meminta KPK dan PPATK untuk memeriksa dan menelusuri harta kekayaan Anies, apakah dia sudah jujur melaporkan atau tidak,” pungkasnya.
Sementara itu, perincian kekayaan Anies pada tahun 2017 mayoritas dari harta tidak bergerak , seperti tanah dan bangunan senilai Rp 8,89 miliar.
Adapun alat transportasi Rp 640 juta. Untuk harta bergerak lainnya Rp 769 juta, surat berharga Rp 81 juta , kas dan setara kas Rp 587 juta, serta harta lainnya Rp 286 juta. Total harta Anies mencapai Rp 11,26 miliar dan dipotong utang Rp 5,64 miliar sehingga total harta kekayaan bersih sebesar Rp 5,6 miliar.
Pada tahun 2020, setelah menjabat selama tiga tahun, kekayaan Anies berada di angka Rp 10,91 miliar.
Perincian kekayaan Anies di tahun 2020 masih didominasi oleh tanah dan bangunan senilai Rp 13,34 miliar dan alat transportasi Rp 648 juta , kas dan setara kas Rp 1,06 miliar, surat berharga, surat berharga Rp 56 juta, kas dan setara kas Rp 2,01 miliar, serta harta lainnya Rp 631 juta. Total keseluruhannya mencapai Rp 17,76 miliar. Selain itu Anies memiliki utang Rp 6,84 miliar di tahun 2020 sehingga harta kekayaannya bersihnya mencapai Rp 10.916.55.262.