Baca Juga : Parpol, TNI-Polri, Milenial, Adat dan Kelompok Kebangsaan adalah Modal Jokowi Berhasil Membangun Indonesia
Saat Hasto dan Muzani bertemu. Bersamaan itu pula, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kalimantan Timur mengajak Menhan Prabowo Subianto. Kunker Jokowi itu selain meresmikan Tol Balikpapan - Samarinda, juga melihat vaksinasi masal pelajar di kota Samarinda.
Terlepas dari pertemuan orang nomor dua di partai, yang dilakukan secara tertutup. Ada hal menarik, seakan menjadi sinyal kedekatan antara Jokowi - Prabowo menguat. Yaitu, persiapan menuju 2024.
Memang berkali-kali Jokowi dalam berbagai kesempatan tak mungkin untuk jabatan presiden tiga (3) periode. Ucapan, Jokowi tepat. Pasalnya, saat ini belum ada amandemen terkait pasal 7 tentang jabatan presiden.
Namun, arah ke soal jabatan presiden, sempat digulirkan secara tersirat. Melalui pidato Ketua MPR Bambang Soestayo biasa disapa Bamsoet dalam acara pidato kenegaraan, Senin 16 Agustus 2021. Bamsoet menyebut Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang kewenangannya memang ada di MPR.
Amandemen memang belum dilakukan, dan hasilnya pun belum tahu seperti apa. Namun, jika dihubungkan dengan berkuasanya Taliban di Afganistan. Serta masih banyaknya kelompok radikal di Indonesia. Itu menjadi pesan penting sekaligus pertanda, bahwa kelompok radikal Indonesia siap bergerak dan berkuasa.
Kembali ke Kantor pusat PDIP, usai pertemuan Hasto berkata ke Muzani, "titip salam Bu Mega ke Pak Prabowo," ujarnya penuh tawa bahagia.
Bisa diartikan. Bahwa Mega sebagai Ketua Umum PDIP ingin 'mengobati luka politik Prabowo,' terkait batu tulis Bogor 2009. Sekaligus, sinyal Mega mendukung Prabowo sebagai Capres, jika dipasangkan dengan Puan Maharani, dan Wapres bila diduetkan dengan Jokowi.
Jika diduetkan dengan Jokowi. Maka dipastikan, keuntungan ganda didapatkan. Pertama kelompok radikal tak bisa berkutik, dan Kedua kemungkinan hubungan diplomatik dengan Israel terjadi, jika Indonesia ingin disebut sebagai kekuatan Militer di Asia Tenggara, maka Israel pilihan tepat untuk membeli persenjataan militer dan pesawat tempur tercanggih, tentu degan harga terjangkau alias lebih murah.
Soal duet Jokowi - Prabowo. Ini akan membuat Taliban Indonesia ketakutan, dan hancur berkeping-keping.